RADAR BOGOR – Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMP, SMA, dan SMK Taruna Andigha Kota Bogor menjadi momentum untuk menyerukan pentingnya pemerataan perhatian terhadap sekolah swasta dan negeri dalam sistem pendidikan nasional.
MPLS yang ditandai dengan prosesi pencabutan tanda peserta tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Yayasan Ibnu Hadjar (YIH), kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik baru dari jenjang SMP, SMA, dan SMK Taruna Andigha Bogor.
Selama sepekan, para siswa telah mengikuti rangkaian MPLS Pancawaluya Taruna Andigha Kota Bogor yang berisi pembinaan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, hingga kepemimpinan sebagai bekal memasuki lingkungan sekolah.
Baca Juga: Guru Jadi Kunci Pendidikan Inklusif, KAGUME Dampingi SD IT Al Istiqomah Tangerang
Sekretaris Yayasan, Andi Surya Wijaya, menegaskan bahwa pembangunan pendidikan harus dilakukan secara adil tanpa membedakan status sekolah negeri maupun swasta.
Menurutnya, sekolah swasta memiliki peran besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga layak memperoleh perhatian yang setara dari pemerintah.
"Sekolah swasta adalah mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, sudah seharusnya memperoleh perhatian yang sama," ujarnya, Sabtu, 25 Juli 2026.
Andi menilai keberhasilan dunia pendidikan tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan sekolah negeri, ribuan peserta didik di Kota Bogor setiap tahun memperoleh layanan pendidikan melalui sekolah swasta yang terus berupaya meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus membentuk karakter generasi muda.
"Jangan sampai muncul kesan bahwa sekolah negeri lebih diutamakan, sementara sekolah swasta yang turut berkontribusi besar justru berjalan dengan keterbatasan," ucapnya.
Karena itu, ia berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga pemerintah kabupaten dan kota dapat memperluas dukungan kepada sekolah swasta.
Ia menjelaskan, dukungan tersebut tidak hanya melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tetapi juga peningkatan sarana dan prasarana, fasilitas pembelajaran, serta program pengembangan sumber daya manusia.
"Kita menginginkan adanya kesetaraan dalam pelayanan pendidikan, ketika sekolah swasta berkembang, maka kualitas pendidikan daerah juga akan meningkat. Ini merupakan investasi bersama untuk masa depan bangsa," tuturnya.
Baca Juga: eMTe Highland Resort Ciwidey, Camping Ground Favorit dengan Pemandian Air Panas Mulai Rp25 Ribu
Selain itu, Andi juga menyoroti masih adanya paradigma yang menempatkan sekolah negeri sebagai pilihan utama, sedangkan sekolah swasta dianggap sebagai alternatif.
Ia menambahkan, anggapan tersebut sudah tidak relevan karena banyak sekolah swasta yang mampu menunjukkan prestasi akademik maupun nonakademik serta melahirkan lulusan yang berkarakter.
Dalam kesempatan itu, ia turut memberikan apresiasi kepada Yayasan Ibnu Hadjar beserta keluarga besar SMP, SMA, dan SMK Taruna Andigha yang dinilai konsisten meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembinaan karakter, kedisiplinan, dan pengembangan potensi peserta didik.
Ia menyebut pelaksanaan MPLS Pancawaluya menjadi bukti bahwa sekolah swasta mampu menghadirkan proses pengenalan lingkungan sekolah yang edukatif, inspiratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter sejak hari pertama siswa memasuki dunia pendidikan.
Andi mengungkapkan, berbekal pengalaman sebagai Anggota DPRD Kota Bogor selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2019 di Komisi D yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, Andi mengaku memahami berbagai tantangan yang dihadapi sekolah swasta.
Baca Juga: Rumah Makan Padang Malah Dicubo, Kuliner Minang Viral dengan Nama Unik Rasa Autentik
"Pengalaman itu menjadi modal untuk terus memperjuangkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan agar seluruh satuan pendidikan memiliki kesempatan berkembang tanpa diskriminasi," tandasnya.
Andi Surya Wijaya juga merupakan putra pendiri Yayasan Ibnu Hadjar, almarhum Letjen TNI (Purn.) H. Andi Muhammad Ghalib, mantan Jaksa Agung Republik Indonesia. Semangat pengabdian sang ayah di bidang pendidikan, katanya, terus menjadi inspirasi dalam mengembangkan lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan tersebut.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga