Terinspirasi Kasus Keracunan MBG, Dua Siswa SMP Ciptakan Alat Deteksi Makanan Basi dalam 5 Detik

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 20:23 WIB
Alat deteksi makanan basi MBG. Foto: Instagram
Alat deteksi makanan basi MBG. Foto: Instagram

RADAR BOGOR – Kepedulian terhadap keamanan pangan mendorong dua siswa SMPN 1 Turi Sleman menciptakan inovasi teknologi untuk mendeteksi kelayakan makanan, berangkat dari keprihatinan atas kasus keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Mereka berhasil membuat alat pendeteksi makanan basi yang mampu memberikan hasil hanya dalam waktu lima detik.

Inovasi tersebut dibuat oleh Pradipta Widhi Nugroho dan Abyan Syahlefi melalui perangkat bernama Smart MBG Detector.

Baca Juga: Aduan Warga Tembus 1.328 Laporan, SiBadra Perkuat Layanan Pengaduan Digital

Dengan modal sekitar Rp500 ribu, keduanya merakit alat menggunakan kotak makan berkapasitas satu liter yang dilengkapi sejumlah sensor pendeteksi kondisi makanan.

Pengembangan alat ini membutuhkan waktu kurang lebih lima bulan. Prosesnya dimulai dari riset, penyusunan konsep, pemrograman sistem, hingga tahap uji coba untuk memastikan alat dapat bekerja secara optimal.

Cara penggunaan Smart MBG Detector terbilang sederhana. Sampel makanan cukup dimasukkan ke dalam wadah, kemudian kotak ditutup. Setelah itu, layar kecil yang berada di bagian atas tutup akan menampilkan informasi mengenai kondisi makanan, apakah masih aman dikonsumsi atau sudah tidak layak.

Baca Juga: Johnny Depp Kembali ke Film Hollywood Besar, Tampil Sebagai Ebenezer Scrooge dalam Kisah Natal Versi Gelap

Alat tersebut bekerja dengan memanfaatkan beberapa sensor yang mampu membaca berbagai indikator, seperti tingkat kelembapan, kadar alkohol, kualitas udara, suhu makanan, hingga kandungan pestisida pada buah dan sayuran.

Berkat inovasi tersebut, Smart MBG Detector berhasil lolos tahap pertama Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional.

Saat ini, Pradipta dan Abyan tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti tahap presentasi hasil penelitian.

Baca Juga: 5 Tahun ICE Institute, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Transformasi Pendidikan Digital

Karya dua pelajar ini menjadi bukti bahwa ide sederhana yang berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar dapat berkembang menjadi solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan makanan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
alat deteksi makanan Mbg