Dosen UIKA Bogor Buktikan Bahasa Inggris Bisa Jadi Media Dakwah Melalui Buku Digital

Reka Faturachman • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:32 WIB
Dewi Suriyani Djamdjuri menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Program Doktor Pascasarjana UNJ, Rabu 5 Agustus 2026. (Foto: UNJ)
Dewi Suriyani Djamdjuri menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Program Doktor Pascasarjana UNJ, Rabu 5 Agustus 2026. (Foto: UNJ)

RADAR BOGOR – Dosen UIKA Bogor, Dr. Dewi Suriyani Djamdjuri, resmi meraih gelar doktor usai mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Program Doktor Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu 5 Agustus 2026.

Tak hanya memperoleh gelar akademik tertinggi, ia juga memperkenalkan sebuah produk pembelajaran yang menggabungkan teknologi digital dengan penguatan karakter Islami.

Produk tersebut berupa buku digital multimodal untuk pembelajaran Bahasa Inggris yang dikembangkan dari disertasinya berjudul Model Pengembangan Bahan Ajar Membaca Bahasa Inggris Nilai-Nilai Islami dalam Bentuk Buku Digital Multimodal.

Inovasi ini diharapkan menjadi alternatif bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

Berbeda dengan buku ajar konvensional, buku digital karya Dewi dirancang untuk mata kuliah English for Islamic Studies dengan memadukan beragam media, mulai dari teks, ilustrasi, audio, video, hingga fitur interaktif.

Pendekatan tersebut dirancang agar proses belajar menjadi lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan karakter mahasiswa di era transformasi digital.

Baca Juga: Prediksi Sheriff Tiraspol vs St  Gallen 7 Agustus 2026, Luvannor Siap Hukum Wakil Swiss

Tak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan membaca dalam Bahasa Inggris, buku digital ini juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara sistematis dalam setiap materi pembelajaran.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi bahasa asing, tetapi juga memperoleh penguatan karakter, moral, spiritual, dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya di hadapan tim promotor dan penguji, Dewi menegaskan bahwa perkembangan teknologi pendidikan semestinya menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai luhur, bukan justru menjauhkannya dari peserta didik.

Menurutnya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga media untuk menyampaikan nilai, budaya, dan cara pandang kehidupan.

Karena itu, pembelajaran Bahasa Inggris memiliki peluang besar menjadi sarana internalisasi nilai-nilai Islam apabila dirancang melalui pendekatan pedagogis yang tepat.

"Bahasa merupakan sarana untuk menyampaikan pesan. Karena itu saya ingin menghadirkan internalisasi nilai-nilai Islam melalui pembelajaran Bahasa Inggris, sehingga mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan berbahasa asing, tetapi juga karakter dan nilai keislaman yang kuat dalam kehidupan mereka," ujar Dewi usai sidang terbuka.

Sebagai dosen di UIKA Bogor, Dewi menilai hasil penelitiannya sejalan dengan implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, yang tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dakwah Islam sebagai bagian dari pembangunan peradaban.

Ia berharap inovasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh dosen, guru, peneliti, hingga pengembang kurikulum dalam merancang bahan ajar yang mampu menjawab tantangan pendidikan modern tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai keislaman.

"Saya berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh studi doktoral tidak berhenti sebagai pencapaian akademik, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Bahasa asing seharusnya menjadi media menyebarkan nilai-nilai kebaikan, bukan hanya alat berkomunikasi," ungkapnya.

Sidang terbuka berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari tim penguji terkait penyempurnaan model pembelajaran digital, proses validasi produk, hingga peluang implementasi buku digital tersebut di perguruan tinggi Islam maupun sekolah yang menerapkan pendidikan berbasis karakter.

Baca Juga: 7 Bansos Cair Agustus 2026 hingga Bantuan Beras 10 Kg Disalurkan di Hari Kemerdekaan RI

Inovasi yang dihasilkan Dewi menjadi bukti bahwa riset di perguruan tinggi mampu melahirkan produk yang aplikatif dan siap diterapkan di dunia pendidikan.

Buku digital multimodal tersebut diharapkan dapat menjadi model baru dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris yang mampu menyeimbangkan penguasaan bahasa internasional dengan pembentukan karakter Islami.

Di tengah pesatnya digitalisasi pendidikan, karya Dr. Dewi Suriyani Djamdjuri memperlihatkan bahwa kemajuan teknologi dapat berjalan berdampingan dengan penguatan nilai-nilai agama.

Teknologi justru dapat dimanfaatkan sebagai jembatan untuk membentuk generasi yang kompeten secara global, berintegritas, dan memiliki karakter yang kuat.

Melalui inovasi buku digital berbasis nilai-nilai Islam tersebut, Dr. Dewi Suriyani Djamdjuri membuktikan bahwa sebuah disertasi doktoral tidak hanya menghasilkan gelar akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
uika bogor universitas negeri jakarta Doktor