RADAR BOGOR - Semangat membangun generasi Qurani kembali digelorakan Al Ghozy Muslimah Center (AMC). Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri mengikuti Kuliah Perdana Tahsin Al Ghozy (TAG) Angkatan 20 sekaligus Wisuda Kuliah Pengajar Al-Quran Plus (KPQ+) Angkatan 2 di Masjid Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Kamis, 6 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar secara hibrida tersebut menjadi penanda dimulainya tahun ajaran 2026/2027. Peserta mengikuti acara secara langsung maupun melalui platform daring dengan penuh antusias.
Ketua Tahsin Al Ghozy (TAG), Irnawati Parya, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pembukaan pembelajaran, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen dalam membangun pribadi muslimah yang berilmu, beradab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Pemkot Bogor Kerahkan Penggiat Pendidikan Jemput Anak Putus Sekolah hingga Door to Door
“Kuliah perdana ini menjadi awal langkah kita bersama, bukan sekadar menambah ilmu, tapi juga meneguhkan komitmen dalam membentuk pribadi muslimah Qurani yang beradab, berilmu, dan bermanfaat,” ujarnya.
Saat ini, TAG telah memiliki lebih dari 2.000 peserta yang tersebar di Indonesia hingga luar negeri.
Program tersebut didukung lebih dari 100 pengajar dengan 14 cabang pembelajaran offline di sejumlah masjid di Bogor, satu cabang online, serta satu kelas Hafshah.
Menurut Irnawati, AMC terus melakukan inovasi dan kolaborasi agar program pendidikan Alquran mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga siap menghadirkan solusi dan kebaikan di tengah masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan Wisuda KPQ+ Angkatan 2 sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang telah menyelesaikan pendidikan selama satu tahun.
Program tersebut menjadi salah satu unggulan Divisi Pendidikan AMC untuk mencetak pengajar Alquran yang memiliki kemampuan mengajar, berakhlak, dan siap mengabdi.
Direktur KPQ Plus, Lusi Pahlawati, mengatakan para lulusan tidak hanya dibekali kemampuan teknis mengajar, tetapi juga ditanamkan pentingnya adab, akhlak, dan keikhlasan dalam menyampaikan ilmu Alquran.
“Kami berupaya melahirkan lebih banyak pengajar Alquran yang tidak hanya dibekali ilmu mengajar, tetapi juga ditanamkan adab dan akhlak yang mulia serta senantiasa menjaga keikhlasan,” katanya.
Kuliah perdana TAG Angkatan 20 menghadirkan penulis Metode Asy-Syafi'i, Ustaz Abu Ya'la Kurnaedi, sebagai narasumber utama. Ia membawakan tema ‘Memuliakan Alquran dengan Hati yang Ikhlas dan Bacaan yang Benar."
Materi tersebut disimak peserta yang hadir di Masjid UIKA maupun melalui siaran daring. Selain peserta TAG dan KPQ+ Angkatan 2, kegiatan juga diikuti peserta Program Khadijah dan Kariima.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Yeni Sri Surtingsih, mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
“Alhamdulillah acara berlangsung tanpa suatu halangan dan penuh keberkahan. Semoga kegiatan ini menjadi pemantik semangat masyarakat untuk lebih bersungguh-sungguh dalam belajar Alquran,” jelasnya.
Selain kegiatan pendidikan, AMC juga menghadirkan program sosial melalui penggalangan dana wakaf DORANTAS (Donasi Barang Berkualitas). Hasil penjualan barang donasi tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan mushala AMC.
Di lokasi yang sama, AMC turut menghadirkan gerai Komunitas Pedagang dan Pengusaha Muslimah (KPPM) serta AMC Mart yang menyediakan berbagai produk, mulai Alquran, buku panduan tahsin, merchandise, sembako, hingga produk UMKM muslimah.
Melalui berbagai program pendidikan, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan muslimah, AMC terus berupaya membangun masyarakat Qurani serta menghadirkan manfaat bagi umat. (ded)
Editor : Eka Rahmawati