RADAR BOGOR – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menggandeng Universitas Djuanda (Unida) melalui Pusat Layanan Terpadu Pendidikan Inklusif dan Disabilitas (Puspensif) untuk membekali para guru SD (sekolah dasar) dengan strategi pembelajaran yang lebih adaptif.
Kolaborasi Disdik Kabupaten Bogor dan Unida tersebut, diwujudkan melalui Workshop Transformasi Pembelajaran Inklusif dan Berdiferensiasi Jenjang Sekolah Dasar yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Mei 2026 lalu, di Hotel Grand Pesona, Kecamatan Caringin.
Kegiatan ini diikuti guru SD negeri dan swasta dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor. Workshop tersebut menjadi ruang bagi para pendidik untuk memperkuat kemampuan dalam menghadapi karakter serta kebutuhan belajar peserta didik yang semakin beragam.
Baca Juga: BMW F 450 GS Resmi Debut di GIIAS 2026, Motor Adventure Premium Ini Dibanderol Mulai Rp398 Jutaan
Kerja sama ini juga menjadi kolaborasi ketiga antara Unida dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dalam mendorong penerapan pendidikan inklusif di jenjang sekolah dasar.
Guru Didorong Kenali Kebutuhan Setiap Siswa
Empat narasumber dari Puspensif Unida yang juga merupakan dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) turut memberikan materi dalam kegiatan tersebut.
Mereka terdiri dari Dr. Wiworo Retnadi Rias Hayu, M.Pd., Teguh Prasetyo, M.Pd., Hanrezi Dhania Hasnin, M.Si., dan Resty Yektyastuti, M.Pd.
Materi yang diberikan berkaitan dengan penerapan Kurikulum Merdeka dan pembelajaran abad ke-21, khususnya bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang dapat mengakomodasi keberagaman peserta didik.
Baca Juga: Waspada! Ini 4 Alasan KPM Bisa Gagal Cair Bansos PKH dan BPNT Meski Sudah Terdaftar
Kepala Puspensif Unida, Hanrezi Dhania Hasnin, M.Si., mengatakan workshop tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi guru agar mampu menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan setiap siswa.
"Melalui workshop ini, para guru diharapkan memiliki pemahaman dan keterampilan yang lebih komprehensif mengenai prinsip-prinsip pendidikan inklusif di Sekolah Dasar, pembelajaran berdiferensiasi, identifikasi kebutuhan belajar peserta didik, strategi pembelajaran adaptif di kelas inklusif, penyusunan modul ajar yang inklusif, pengembangan asesmen adaptif, serta penguatan budaya sekolah yang inklusif dan kolaboratif," ujarnya.
Dorong Sekolah Jadi Ruang Belajar yang Ramah
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mendorong transformasi pendidikan yang adaptif sekaligus meningkatkan kualitas kompetensi tenaga pendidik.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Cair Masif di 55 Daerah, Cek Apakah Wilayah Anda Termasuk
Pelaksanaan workshop yang mendapat dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah dasar.
Melalui kegiatan ini, guru diharapkan semakin siap menerapkan pembelajaran yang inklusif, berdiferensiasi, dan berpusat pada peserta didik sesuai semangat Kurikulum Merdeka.
Peningkatan kapasitas pendidik tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan sekolah yang ramah bagi seluruh peserta didik, sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Bogor secara berkelanjutan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga