RADAR BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mendorong mahasiswa baru IPB University tidak hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN) setelah lulus. Ia meminta mahasiswa mulai membangun kemandirian melalui kewirausahaan dan memanfaatkan hasil riset kampus menjadi peluang usaha.
Pesan itu disampaikan Dedie saat menjadi narasumber dalam Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) 63 Sekolah Vokasi IPB University, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Dedie, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab berbagai tantangan masa depan. Mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan peluang kerja yang tersedia setelah menyelesaikan pendidikan.
Baca Juga: Bogor Peringkat Ketiga Ketahanan Bencana se-Jawa Barat, BNPB Dorong Daerah Perkuat Mitigasi
Ia menyebut mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai hasil penelitian IPB University untuk mengembangkan usaha baru. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah juga dapat menjadi modal untuk membangun bisnis.
“Saya berharap para mahasiswa baru ini memiliki pemahaman yang sama dalam mengisi berbagai peluang dan tantangan di masa depan dengan menyelesaikan studi di IPB University. Ada peluang kemandirian usaha, jadi wirausaha, entrepreneurship dibangun,” jelas Wali Kota Bogor.
Dedie mengatakan IPB University memiliki banyak hasil penelitian yang berpotensi dikembangkan menjadi produk dan usaha. Karena itu, mahasiswa didorong mulai melihat riset dan inovasi sebagai peluang ekonomi.
“Memanfaatkan bagaimana IPB ini punya banyak sekali hasil penelitian yang nantinya bisa jadi embrio usaha-usaha baru buat anak-anak mahasiswa yang nanti lulus,” ujarnya.
Ia menegaskan, lulusan perguruan tinggi tidak harus seluruhnya mengejar pekerjaan sebagai pegawai negeri maupun pegawai BUMN untuk memberikan kontribusi kepada daerah dan Indonesia.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dapat digunakan untuk menciptakan lapangan usaha sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Manfaatkan peluang sebaik-baiknya, buat pondasi kemandirian, bisnis, dan banyak hal lain. Jadi tidak tergantung bekerja di BUMN, bekerja di pemerintah, tetapi juga entrepreneurship dibangun oleh vokasi itu datang dari Bogor,” kata Dedie.
Dalam kesempatan tersebut, Dedie juga mengingatkan mahasiswa mengenai tantangan yang akan mereka hadapi setelah memasuki dunia pendidikan tinggi.
Tantangan tersebut mencakup perubahan iklim, bencana terkait iklim, pengembangan energi terbarukan, ketahanan pangan, hingga pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar impor.
Ia menilai tantangan tersebut membutuhkan gagasan, pengetahuan, serta teknologi baru. Karena itu, masa pengenalan kampus harus menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk memahami peran yang dapat mereka ambil di masa depan.
Di sisi lain, Dedie menyinggung posisi Kota Bogor sebagai salah satu kota pendidikan. Berbagai perguruan tinggi membuat mahasiswa dari berbagai daerah datang ke Bogor untuk menimba ilmu.
Sebagian mahasiswa kemudian menetap dan membangun keluarga di Bogor. Sebagian lainnya kembali ke daerah asal untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Dedie berharap para mahasiswa baru IPB dapat memanfaatkan kesempatan selama menjalani pendidikan untuk membangun kompetensi sekaligus menyiapkan kemandirian setelah lulus. (uma)
Editor : Eka Rahmawati