RADAR BOGOR – Universitas Djuanda (Unida) Bogor memperluas kiprah pendidikan internasional dengan membuka peluang kuliah bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal dan bekerja di Jepang.
Langkah Unida Bogor tersebut dilakukan melalui kegiatan promosi dan sosialisasi program akademik di Masjid Istiqlal Osaka, Jepang, yang berlangsung selama tiga hari pada 6–8 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi. Selama tiga hari, sosialisasi Unida Bogor menjangkau sekitar 1.800 jamaah dan pekerja migran Indonesia di Osaka.
Baca Juga: Hari UMKM Nasional, BRI Perkuat Pelaku Usaha Desa Lewat Pendampingan Berkelanjutan
Delegasi Unida dipimpin Assoc. Prof. Dr. Radif Khotamir Rusli, M.Ed., M.H., M.C.E. Setibanya di Osaka pada Kamis, 6 Agustus 2026, rombongan langsung bertemu jajaran pengurus Masjid Istiqlal Osaka yang dipimpin Ustadz Herizal Adhardi.
Pertemuan tersebut menjadi awal pembahasan peluang kerja sama di bidang pendidikan. Unida kemudian membuka booth informasi di lantai 1 Masjid Istiqlal Osaka untuk memperkenalkan berbagai program akademik kepada masyarakat Indonesia.
Pada malam harinya, delegasi juga mengikuti kegiatan kultum malam Jumat sebagai bagian dari upaya membangun silaturahmi dengan komunitas muslim di Osaka.
Baca Juga: Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Kolombia, 111 Orang Meninggal Dunia dan 1.500 Rumah Rusak
Memasuki Jumat, 7 Agustus 2026, promosi Unida menyasar jamaah Salat Jumat yang mencapai sekitar 1.500 orang dalam dua gelombang.
Salah satu program yang paling banyak diperkenalkan adalah Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program tersebut memberikan kesempatan bagi pekerja untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 dengan memanfaatkan sertifikat kompetensi dan pengalaman kerja yang telah dimiliki.
Melalui skema RPL, mahasiswa berkesempatan menyelesaikan pendidikan S1 dalam waktu sekitar dua tahun, dengan proses konversi pengalaman dan kompetensi yang memenuhi ketentuan akademik.
Selain RPL, Unida juga menawarkan konsep perkuliahan hybrid yang memadukan pembelajaran daring dan luring. Sistem ini dirancang agar lebih fleksibel bagi WNI yang memiliki aktivitas kerja di Jepang.
Baca Juga: Bojonggede Mulai Dinilai, Tim DLH Bogor Cek Langsung Kebersihan Wilayah
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran akan didukung tenaga pengajar Unida serta dosen tamu dari sejumlah universitas mitra di Jepang yang telah menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU), di antaranya Kindai University, Kansai University, dan Otemon Gakuin University.
Antusiasme masyarakat kembali terlihat pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Tim Unida membagikan informasi pendaftaran kepada pekerja Indonesia yang sedang menikmati waktu akhir pekan.
Promosi kemudian dilanjutkan pada malam hari melalui sesi pemaparan dan tanya jawab yang diikuti sekitar 300 jamaah.
Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti WNI. Sejumlah jamaah internasional dari Bangladesh, Pakistan, dan beberapa negara Afrika turut mengikuti sesi tersebut.
Salah satu pertanyaan yang muncul berkaitan dengan bahasa pengantar perkuliahan. Menanggapi kebutuhan tersebut, Unida menyatakan siap mengembangkan program bilingual pada program studi tertentu untuk mengakomodasi mahasiswa internasional.
Baca Juga: Pertalite Bakal Dibatasi, Kendaraan dari Kategori Ini Berpotensi Tak Lagi Bisa Beli BBM Subsidi
Assoc. Prof. Dr. Radif Khotamir Rusli mengatakan, kegiatan selama tiga hari tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap akses pendidikan tinggi yang fleksibel bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.
“Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan promosi dan sosialisasi tersebut mencatat sejumlah capaian. Dari sisi jangkauan, kegiatan berhasil menjangkau sekitar 1.800 jamaah, yang terdiri atas sekitar 1.500 jamaah pada Salat Jumat dan 300 jamaah pada Sabtu malam,” ungkapnya.
Tak berhenti pada kegiatan promosi, Unida dan Masjid Istiqlal Osaka juga memperkuat kerja sama kelembagaan. Masjid Istiqlal Osaka secara resmi ditetapkan sebagai perwakilan atau hub Unida di wilayah Osaka.
Keberadaan hub tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat Indonesia di Jepang memperoleh informasi sekaligus akses terhadap layanan pendidikan tinggi Unida.
Baca Juga: Pagi Ini Sejumlah Tol Jakarta Macet, Dalkot hingga Jagorawi Dipadati Kendaraan
Sebagai tindak lanjut, Unida menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari distribusi brosur informasi, pembukaan sesi konsultasi khusus program RPL, hingga koordinasi teknis mengenai jadwal perkuliahan hybrid.
“Kegiatan promosi internasional di Osaka ini menjadi bagian dari komitmen Unida untuk terus menghadirkan inovasi dalam pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan dapat diakses oleh masyarakat Indonesia di mana pun berada,” pungkas Radif.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga