RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan dukungan pendidikan dan usaha kepada mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University. Hal itu disampaikan dalam Masa Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) Angkatan 63 di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB University, Rabu 12 Agustus 2026.
Dedi yang datang pada hari terakhir kegiatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa baru. Salah satunya Satria Human Sofan, mahasiswa Program Studi Teknologi dan Manajemen Peternakan.
Satria menceritakan perjuangannya sebagai anak yatim yang berusaha membiayai kuliah secara mandiri. Ia menjalankan usaha dengan berjualan pakan ternak dan domba.
Mendengar cerita tersebut, Dedi memberikan tambahan modal usaha sebesar Rp15 juta kepada Satria. Bantuan itu ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha yang telah dirintisnya.
Baca Juga: Sekolah Vokasi IPB University Kenalkan Program Joint Degree 3+2 pada MPKMB 63
Dedi juga memberikan dukungan biaya kuliah Satria selama lima semester.
“Jangan merasa miskin hanya karena kita punya keterbatasan. Selama masih diberi kesempatan untuk belajar, berusaha dan berjuang, kita adalah orang-orang yang beruntung,” kata Dedi.
Selain membantu Satria, Dedi menyampaikan komitmen untuk memberikan dukungan pendidikan kepada 50 mahasiswa Sekolah Vokasi IPB lainnya.
Beasiswa tersebut menyasar mahasiswa yang memiliki prestasi, tetapi menghadapi kendala ekonomi. Pemberian bantuan akan dilakukan melalui proses seleksi.
Dedi meminta mahasiswa tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan untuk berhenti mengembangkan diri. Ia mendorong mahasiswa keluar dari zona nyaman, berusaha, dan terus menempuh pendidikan.
Dalam rangkaian MPKMB tersebut, Dedi juga berinteraksi dengan mahasiswa dari Program Studi Teknologi dan Manajemen Peternakan. Pertemuan itu membuka peluang pengembangan usaha dan kolaborasi di bidang peternakan, termasuk pengembangan inseminasi buatan pada ternak domba.
MPKMB 63 Sekolah Vokasi IPB diikuti sekitar 2.800 mahasiswa baru dari berbagai daerah. Kegiatan tersebut tidak hanya berisi pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga pembekalan karakter, wawasan kebangsaan, dan pengembangan potensi mahasiswa.
Sebelumnya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria memberikan pembekalan mengenai pentingnya mindset dan karakter dalam menghadapi perubahan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Integritas, kejujuran, kedisiplinan, dan kemampuan menghadapi tantangan juga menjadi bekal penting.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim membawakan materi mengenai patriotisme di era digital.
Dedie mengajak mahasiswa menguasai teknologi dan kecerdasan buatan tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis serta nilai kemanusiaan. Ia juga meminta mahasiswa bijak menggunakan ruang digital dan memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya.
Ia turut mengingatkan mahasiswa menjaga keberagaman dan menghindari intoleransi, fanatisme, perundungan, serta politik identitas.
“Kita tidak harus seragam untuk menjadi satu,” ujar Dedie A. Rachim.
Melalui rangkaian MPKMB 63, mahasiswa baru Sekolah Vokasi IPB mendapat pembekalan mengenai karakter, teknologi, wawasan kebangsaan, hingga dukungan konkret untuk pendidikan dan pengembangan usaha. (uma)
Editor : Eka Rahmawati