RADAR BOGOR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 17 UIKA Bogor menjadikan pencegahan penyalahgunaan narkoba sebagai salah satu program kerja.
Edukasi oleh mahasiswa UIKA Bogor menyasar pelajar SMP sebagai langkah preventif untuk membangun kesadaran sejak dini.
Program tersebut digelar melalui kegiatan edukasi bertema “Bersama Cegah Narkoba: Dari Kesadaran Menuju Tindakan” di SMP Taruna Bhakti, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Rabu 19 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN 17 UIKA Bogor dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor.
Sekitar 60 siswa mengikuti edukasi yang membahas bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Kabupaten Bogor, Sutriyaningsih, menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Masuk Tahap Penjurian, 45 Generasi Emas FMP 2026 Segera Ditetapkan
Ia memberikan pemahaman kepada siswa mengenai fakta dan permasalahan narkoba, definisi, jenis dan golongan narkotika, ciri-ciri penyalahgunaan, hingga konsekuensinya.
Salah satu materi yang diperkenalkan kepada para siswa yakni fenomena yang disebut “Narkoba Zombie”.
Materi tersebut menggambarkan dampak serius penyalahgunaan narkoba terhadap kondisi fisik korban.
Sutriyaningsih juga menyampaikan bahwa Indonesia masih menghadapi risiko peredaran narkoba.
Kondisi geografis, jumlah penduduk yang besar, serta kemunculan jenis narkotika baru menjadi sejumlah faktor yang perlu diwaspadai.
“Pada masa kini, Indonesia rawan menjadi tempat peredaran narkoba, karena jumlah penduduk yang banyak, kondisi geografis yang masih minim pengawasan, serta munculnya jenis narkotika baru, seperti sinte,” ujar Sutriyaningsih.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN 17 UIKA Bogor, Danu Dewangga, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membekali siswa agar mampu mengenali, menolak, dan menghindari ajakan maupun pengaruh yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
Baca Juga: Kapan Bansos Beras 30 Kg Cair? Ini Jawaban dan Cara Ambilnya
“Tujuan diadakan acara ini untuk membekali, mengenali, menolak, dan menghindari ajakan maupun pengaruh yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba, serta meningkatkan kesadaran para siswa SMP Taruna Bhakti terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan yang menyasar kepada kalangan remaja,” ujar Danu.
Menurutnya, edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman selama kegiatan berlangsung.
Pengetahuan yang diperoleh siswa diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai bentuk pengaruh penyalahgunaan narkoba di lingkungan mereka.
“Selain itu, kami berharap acara edukasi ini dapat berdampak bagi masa depan para siswa dan tidak berhenti pada pemahaman semata,” katanya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin