Siswa Sekolah Rakyat di Jasinga Bogor Ikuti MPLS Tahun Ajaran Baru

Septi Nulawam Harahap • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:51 WIB
Siswa - siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bogor menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 - 2027. (Dzikry/Radar Bogor)
Siswa - siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bogor menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 - 2027. (Dzikry/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Siswa - siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 - 2027.

Mereka yang terdiri dari siswa SMA, SMP, dan SD yang berjumlah 612 siswa itu, kini secara resmi menjadi angkatan pertama sekolah rakyat tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, bahwa Pemkab Bogor menyambut baik pelaksanaan MPLS di Sekolah Rakyat, Desa Sipak, Jasinga.

Menurutnya, ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia, terutama di Kabupaten Bogor.

"Bapak Bupati Bogor sangat senang melihat adanya sekolah rakyat, ini juga salah satu upaya memotong rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan," ungkapnya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dalam kesempatan ini, seluruh perangkat daerah, camat, hingga kepala desa se-Kabupaten Bogor diajak untuk melihat langsung pelaksanaan MPLS di Sekolah Rakyat Jasinga.

Baca Juga: Festival Kopi Legendaris Bogor Hadir hingga Malam Hari di Lapangan Sempur

Menurut Ajat, Bupati Bogor, Rudy Susmanto memberikan tugas untuk mengedukasi masyarakat, serta menjangkau calon siswa Sekolah Rakyat.

"Karena masyarakat ada yang masih takut, dan itu peran pemerintah daerah bagaimana mengajak masyarakat untuk bersekolah di Sekolah Rakyat, terutama bagi masyarakat desil 1," jelasnya.

Sekda Kabupaten Bogor itu berharap, tenaga pendidik di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Jasinga dapat memberikan pendidikan, tidak hanya ilmu, dan juga pendidikan karakter kepada siswanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma'ruf menambahkan jika para siswa-siswa Sekolah Rakyat tersebut langsung mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah MPLS.

"Mereka tinggal di asrama, dan untuk kebutuhannya semua ditanggung di Sekolah Rakyat," jelasnya.

Meski belum semua gedung rampung pembangunannya, namun untuk ruang kelas, asrama, dan ruang fungsional lainnya telah siap untuk digunakan.

"Karena Sekolah Rakyat ini fasilitas dari pemerintah, yang digagas langsung oleh bapak presiden,maka kami berharap siswa memanfaatkannya sebaik mungkin, belajar dengan serius. Sehingga anak-anak yang berasal dari desil 1 dan 2, di kemudian hari menjadi anak-anak yang berhasil dan bisa mengangkat derajat keluarganya," tandasnya.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
bogor jasinga mpls Sekolah Rakyat