Kenalkan Permainan Tradisional, SMAN 8 Bogor Jadikan Lomba Agustusan Bagian dari Kokurikuler

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 19:21 WIB
Permainan tradisional digunakan siswa SMAN 8 Kota Bogor saat perlombaan. (Fikri/Radar Bogor)
Permainan tradisional digunakan siswa SMAN 8 Kota Bogor saat perlombaan. (Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - SMAN 8 Kota Bogor memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada para siswa. Tahun ini, sejumlah lomba Agustusan dipadukan dengan kegiatan kokurikuler bertema permainan tradisional khas Jawa Barat.

Wakasek Kurikulum SMAN 8 Kota Bogor Linda Kurniawati mengatakan, kegiatan tersebut dirancang dalam beberapa tahapan. Siswa tidak langsung mengikuti perlombaan, tetapi terlebih dahulu mempelajari permainan yang akan dimainkan.

“Pada bulan Agustus biasanya selalu ada perlombaan-perlombaan rutin. Untuk tahun ini, kami mencoba memadukan perlombaan tersebut dengan kegiatan kokurikuler yang mengangkat tema tentang permainan tradisional khas Jawa Barat,” kata Linda, Senin, 24 Agustus 2026.

Pada tahap awal, siswa diminta menggali informasi mengenai berbagai permainan tradisional. Mereka mempelajari aturan hingga cara memainkan permainan tersebut.

Baca Juga: Melalui GIVORUSH 2026, OSIS SMA Quran Asy Syahid Bogor Gelar Kampanye Anti Perundungan

Setelah itu, siswa mengolah informasi yang diperoleh menjadi karya poster. Poster dibuat secara digital maupun manual sesuai kreativitas masing-masing kelompok.

Tahapan berlanjut dengan pembuatan alat permainan, setiap kelas membuat sendiri peralatan yang nantinya digunakan dalam perlombaan, mulai dari egrang, bakiak batok, bakiak papan, hingga congklak.

Linda menyebut kreativitas siswa terlihat saat membuat alat permainan tersebut. Salah satunya dalam pembuatan congklak yang tidak hanya menggunakan bahan kayu.

“Khusus untuk congklak, awalnya kami berpikir hanya bisa dibuat dari kayu. Ternyata anak-anak bisa berkreasi membuat congklak dari berbagai macam bahan,” ujarnya.

Sebelum digunakan dalam perlombaan, alat buatan siswa lebih dulu menjalani uji coba. Sekolah melakukan tes alat pada Jumat untuk memastikan peralatan tersebut layak digunakan.

Setelah dinyatakan layak, alat tersebut digunakan siswa dalam perlombaan pada Senin, 24 Agustus 2026. Dengan begitu, siswa mengikuti seluruh proses mulai dari mencari informasi, membuat alat, menguji, hingga menggunakannya dalam pertandingan.

Sebanyak 27 rombongan belajar mengikuti kegiatan tersebut. Ada empat kategori utama yang diperlombakan, yakni egrang, bakiak batok, bakiak papan, dan congklak.

Setiap kelas wajib mengirimkan perwakilan untuk mengikuti empat kategori tersebut. Peralatan yang digunakan dalam pertandingan juga merupakan hasil karya siswa masing-masing kelas.

Sekolah akan menetapkan juara 1, 2, dan 3 untuk setiap kategori. Pengumuman dan pembagian hadiah dijadwalkan berlangsung pada upacara bendera pekan depan karena rangkaian perlombaan belum seluruhnya selesai pada Senin.

Linda menjelaskan, perlombaan Agustusan sebenarnya sudah menjadi kegiatan rutin di SMAN 8 Kota Bogor. Namun, tahun ini menjadi momentum pertama kegiatan tersebut diintegrasikan ke dalam program kokurikuler.

Sekolah berkolaborasi dengan koordinator kokurikuler dan OSIS untuk menggabungkan program kerja keduanya. Kegiatan kokurikuler juga memiliki tema yang berbeda pada setiap pelaksanaannya.

Untuk kelas 10, kegiatan kokurikuler diagendakan sebanyak tiga kali. Sementara siswa kelas 11 dan 12 juga mendapat kegiatan serupa dengan tema yang disesuaikan.

“Temanya selalu berganti-ganti. Misalnya pada peringatan Hari Kartini semester lalu, kami mengadakan kegiatan fashion show,” jelasnya.

Menurut Linda, pengenalan permainan tradisional menjadi salah satu tujuan utama kegiatan tersebut. Sebab, masih ada siswa yang belum mengetahui bentuk maupun cara memainkan sejumlah permainan tradisional.

“Saat saya masuk ke kelas, ternyata masih ada beberapa siswa yang sama sekali tidak tahu bentuk permainannya seperti apa,” katanya.

Selain mengenalkan budaya daerah, kegiatan ini diarahkan untuk melatih kemampuan kolaborasi dan kerja sama siswa. Mereka juga belajar membagi tugas, mengikuti aturan, serta menjaga kedisiplinan selama rangkaian kegiatan berlangsung. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
bogor permainan tradisional SMAN 8