RADAR BOGOR - Puluhan mahasiswa asal Malaysia berkunjung ke Sekolah Birrul Waalidain, Bogor Senin, 24 Agustus 2026 untuk saling tukar budaya.
Kedatangan para mahasiwa ini disambut hangat oleh siswa Birrul Waalidain, mereka berderet panjang membuang lorong, sementara mahasiswa jalan di tengahnya.
Siswa Birrul Waalidain menyambutnya dengan beragam penampilan kebudayaan, mulai dari rampak gendang hingga kesenian Tari Saman.
Kunjungan mahasiswa Malaysia itu bagian dari realiasai program I Bride Indonesia 2026, program tersebut memang sudah rutin digelar setiap tahun.
Baca Juga: Melalui GIVORUSH 2026, OSIS SMA Quran Asy Syahid Bogor Gelar Kampanye Anti Perundungan
“Tahun ini ada 46 orang, berasal dari University Sains Malaysia, German Malaysia Institute, University Islam Antarabangsa Malaysia,” ujar Farid Tuan Rumah I Bride.
Dalam kunjungannya itu para mahasiswa membuat beragam kegaiatan, mulai dari penyuluhan kesehatan, gigi, paru-paru hingga senam bersama.
“Tapi pada intinya kami dan Birrul Waalidain punya misi yang sama, mengenalkan budaya internasional supaya anak-anak termotivasi, enggak cuma tau soal Bogor aja,” imbuhnya.
Pengarah Program I Bride Indonesia, Muhammad Hanif menjelaskan kegiatan yang dipimpinnya akan terus berlangsung selama satu pekan.
“Untuk hari ini kami sudah hari ke empat di Indonesia, sebelumnya ke Kampung Jampang, buat banyak program disana, besok akan ke Jakarta,” terang Hanif.
Hanif berharap kedatangannya ke Indonesia dapat menambah wawasan kebudayaan internasional, bukan hanya soal Malaysia.
“Serta dapat meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama bahwa kita Malaysia dan Indonesia hampir satu rumpun, jadi harus berhubungan baik,” ucapnya.
Wakil Ketua Yayasan Birrul Waalidain Rabbani Jalaludin menyambut kedatangan mahasiwa asal Negeri Jiran itu, para siswa juga disebutnya sangat sumringah.
“Animo anak-anak gembira, mereka senang banget, sampai ada yang teriak-teriak, ada yang terharu, senang apalagi ada program pemeiksaan gigi,” jelas Rabbani.
Rabbani menerangkan kedatangan mahasiwa Malaysia ini bisa dimanfaatkan untuk terus menjalin silaturahmi antar instansi pendidikan.
“Sehingga ketika nanti kalau ada kesempatan untuk ek Malaysia kami bisa balas kunjungannya, kita bisa kunjungan ke universitas mereka jadi hubungan baik sesama muslim lah,” pungkasnya. (bay)
Editor : Eka Rahmawati