Buka Akses Pendidikan bagi Mustahik, LAZ Rabbani dan Universitas Tazkia Jalin MoU Beasiswa

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:24 WIB
Penandatanganan MoU Program Beasiswa antara LAZ Rabbani dengan Universitas Tazkia.
Penandatanganan MoU Program Beasiswa antara LAZ Rabbani dengan Universitas Tazkia.

RADAR BOGOR – LAZ Rabbani memperluas komitmennya dalam pemberdayaan mustahik melalui sektor pendidikan.

Lembaga amil zakat tersebut resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Tazkia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program Beasiswa.

Kesepakatan tersebut ditandatangani Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Prof. Dr. Syafii Antonio, M.Ec, bersama Ketua LAZ Rabbani Muhammad Faried.

Penandatanganan MoU berlangsung bersamaan dengan kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru Universitas Tazkia Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula Alhambra, Masjid Tazkia Islamic Center, Kamis 27 Agustus 2026.

LAZ Rabbani Buka Kesempatan Kuliah bagi Mustahik

Dewan Pengawas Syariah LAZ Rabbani, Ustaz Muhammad Ihsan, Lc, MES, mengatakan kerja sama dengan Universitas Tazkia menjadi momentum penting bagi kedua lembaga.

Menurutnya, melalui program tersebut, mustahik yang mempunyai potensi, semangat, dan keinginan melanjutkan pendidikan akan memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di Universitas Tazkia, baik jenjang S1 maupun S2.

Baca Juga: Jakarta Cotton Cake, Cake Lembut Kekinian Favorit Warga Depok

Ia menilai zakat tidak semestinya hanya diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan penerima dalam jangka pendek.

Lebih dari itu, zakat juga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pemberdayaan untuk mempersiapkan masa depan mustahik.

“Kerja sama ini menjadi ikhtiar untuk memberikan akses pendidikan kepada mustahik yang memiliki potensi dan cita-cita. Kami ingin zakat tidak hanya membantu kebutuhan mereka hari ini, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun masa depan,” ujar Muhammad Ihsan.

Pendidikan Jadi Instrumen Pemberdayaan Mustahik

Muhammad Ihsan menjelaskan, pendidikan merupakan salah satu bentuk pemberdayaan yang memiliki peran penting dalam mengubah kehidupan penerima manfaat.

Melalui pendidikan, dana zakat diharapkan dapat memberikan bekal berupa pengetahuan, kompetensi, serta kemampuan untuk hidup lebih mandiri.

Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti pada bantuan yang bersifat sementara.

Para penerima beasiswa diharapkan mampu berkembang dan pada akhirnya memiliki kapasitas untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitarnya.

“Kami berharap para penerima manfaat nantinya tidak terus berada pada posisi sebagai mustahik, melainkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan suatu saat mampu memberikan manfaat kepada orang lain,” jelasnya.

Apresiasi untuk Penggagas Kerja Sama

Dalam kesempatan tersebut, LAZ Rabbani juga menyampaikan apresiasi kepada Ust. Dr. Erwandi Tarmizi Lc, MA, yang sejak awal turut menggagas serta mendorong terwujudnya kolaborasi antara LAZ Rabbani dan Universitas Tazkia.

Muhammad Ihsan berharap gagasan untuk mempertemukan potensi zakat dengan sektor pendidikan tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan.

Baca Juga: Awas! Kecanduan Game Online Terlarang Masuk Kategori Gangguan Jiwa

Menurutnya, ikhtiar tersebut diharapkan menjadi amal jariah bagi seluruh pihak yang terlibat dalam menghadirkan kesempatan pendidikan bagi para mustahik.

Kolaborasi Zakat dan Pendidikan

Muhammad Ihsan mengungkapkan, kerja sama tersebut juga memiliki arti khusus bagi dirinya karena pernah menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Tazkia sebagai alumni Program Magister Ekonomi Syariah.

Sinergi antara kedua lembaga semakin erat karena Ketua Dewan Pengawas Syariah LAZ Rabbani juga tercatat sebagai dosen aktif pada program magister di Universitas Tazkia.

“Bagi saya, kolaborasi ini mempunyai makna tersendiri karena saya pernah menjadi bagian dari Universitas Tazkia sebagai alumni Magister Ekonomi Syariah. Karena itu, sinergi ini terasa semakin istimewa,” tuturnya.

Ia menegaskan, kerja sama LAZ Rabbani dan Universitas Tazkia bukan sekadar hubungan kelembagaan.

Kolaborasi tersebut menjadi pertemuan antara amanah zakat, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia umat.

Harap Lahirkan Mustahik Berilmu dan Mandiri

Melalui program beasiswa tersebut, LAZ Rabbani berharap dapat lahir generasi mustahik yang memiliki ilmu, karakter kuat, serta kemandirian.

Dalam jangka panjang, para penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan taraf kehidupannya hingga kelak dapat menjadi muzakki, yakni pihak yang mampu menunaikan zakat dan turut memberikan manfaat kepada masyarakat.

Baca Juga: Pelajar Sukabumi Mengaku Bohongi Orang Tua Demi Ikut Demo ke Jakarta, Terjaring di Stasiun Bogor

“Harapan kami, program ini dapat melahirkan generasi mustahik yang berilmu, berkarakter, dan mandiri, kemudian berkembang menjadi pribadi yang mampu berkontribusi lebih besar bagi umat dan bangsa,” kata Muhammad Ihsan.

Ia juga berharap kerja sama tersebut mendapat keberkahan dari Allah SWT dan seluruh ilmu yang diperoleh penerima beasiswa dapat menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa kebaikan bagi semua pihak. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Universitas Tazkia LAZ Rabbani beasiswa kerjasama