48 Siswa SDN Perwira Kota Bogor Belajar di Museum Pajajaran, Wuri Majid: Belajar Sejarah Langsung

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:59 WIB
Siswa SDN Perwira Kota Bogor kunjungan ke Museum Pajajaran bersama DWP Disdik Kota Bogor. Foto: Dok DWP Disdik Kota Bogor
Siswa SDN Perwira Kota Bogor kunjungan ke Museum Pajajaran bersama DWP Disdik Kota Bogor. Foto: Dok DWP Disdik Kota Bogor

RADAR BOGOR – Sebanyak 48 siswa kelas 5 dan 6 SDN Perwira Kota Bogor mengikuti kegiatan edukatif dengan mengunjungi Museum Pajajaran Bogor, bersama DWP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor.

Kunjungan anak-anak SDN Perwira Kota Bogor tersebut menjadi pengalaman berbeda bagi para siswa, karena mereka tidak hanya belajar dari buku maupun ruang kelas, tetapi juga dapat mengenal sejarah dan budaya secara langsung melalui berbagai koleksi yang ada di Museum Pajajaran.

Ketua DWP Disdik Kota Bogor, Wuri Majid menjelaskan, kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa SDN Perwira Kota Bogor untuk belajar sambil bermain dan menikmati suasana pembelajaran yang lebih interaktif.

Baca Juga: Beredar SP2D TPG ASN Terbit 31 Agustus, Akankah Cair Senin? Cek Faktanya

"Para siswa juga diajak mengenal lebih dekat sejarah serta kebudayaan Sunda yang berkaitan dengan Kerajaan Pajajaran," kata dia.

Museum Pajajaran dipilih sebagai salah satu sarana pembelajaran untuk memperluas wawasan siswa mengenai perjalanan sejarah daerah.

Melalui kunjungan tersebut, Wuri menyebut, mereka dapat melihat berbagai peninggalan dan artefak bersejarah sekaligus memahami gambaran kehidupan masyarakat Sunda pada masa lampau.

Baca Juga: KKS Mana Lagi yang Cair? Intip Update Bansos BPNT Tahap 3 Akhir Agustus 2026

Tak hanya berorientasi pada pengetahuan, menurut Wuri, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerah.

Suasana kunjungan semakin berkesan karena kegiatan tersebut turut melibatkan siswa berkebutuhan khusus.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari semangat pendidikan inklusif yang memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk belajar, berinteraksi, dan menikmati pengalaman bersama.

"Setiap siswa memiliki karakter, potensi, dan cara belajar yang berbeda. Karena itu, kegiatan di luar kelas seperti kunjungan museum dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengeksplorasi pengalaman baru sekaligus membangun rasa percaya diri," beber Wuri.

Baca Juga: FMP 2026 Wakaf Bibit Alpukat, Masjid Al Amanah Bogor Jadi Pilot Project

Melalui kunjungan ke Museum Pajajaran, Wuri juga berhapa, para siswa semakin mengenal sejarah dan budaya Sunda, memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian terhadap warisan budaya daerah.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa museum dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

"Pembelajaran sejarah tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan melalui pengalaman langsung yang lebih dekat dengan objek pembelajaran," tutup dia.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
SDN Perwira bogor Museum Pajajaran