RADAR BOGOR – Kondisi lahan yang terbatas bukan menjadi penghalang bagi masyarakat Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, untuk memproduksi pangan secara mandiri dari lingkungan rumah. Melalui Tim PRIME STeP IPB University, warga diperkenalkan dengan teknik Budikdamber atau budidaya ikan dalam ember pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan edukasi dan praktik tersebut digelar di Posyandu Kelurahan Mulyaharja. Sejumlah warga bersama perwakilan komunitas memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan ruang terbatas untuk membudidayakan ikan lele sekaligus menanam kangkung menggunakan perlengkapan yang relatif sederhana.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta tidak hanya mengikuti praktik, tetapi juga aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai cara menerapkan sistem Budikdamber di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Ketua Tim PRIME STeP IPB 2026, Doni Sahat Tua Manalu, menjelaskan bahwa pelatihan Budikdamber merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam program ECO-CREATE. Melalui pendampingan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk menjalankan konsep urban farming secara mandiri dan berkelanjutan.
Baca Juga: Narsun, BRILink Agen Juragan Sukses Perluas Perlindungan Sosial bagi 7 Ribu Pekerja Informal
Menurut Doni, warga tidak ditempatkan hanya sebagai penerima materi dalam kegiatan tersebut. Mereka juga diarahkan untuk mampu mengembangkan sendiri praktik pertanian perkotaan yang telah diperkenalkan sehingga manfaat program dapat terus berlanjut setelah kegiatan pendampingan selesai.
“Masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga diharapkan bisa menjadi pelaku yang nantinya mampu mengembangkan praktik urban farming ini secara mandiri,” kata Doni.
Salah satu pemateri, Roza Yusfiandayani, menerangkan bahwa Budikdamber merupakan sistem yang memadukan pemeliharaan ikan dengan penanaman sayuran dalam satu wadah. Dalam praktiknya, ikan lele ditempatkan di dalam ember, sementara tanaman kangkung ditumbuhkan di bagian atas menggunakan net pot.
Para peserta juga diperkenalkan dengan berbagai kebutuhan dasar untuk membuat sistem tersebut. Peralatan dan bahan yang digunakan meliputi ember, benih ikan lele, bibit kangkung, net pot, rockwool, serta pakan ikan.
Materi pelatihan tidak berhenti pada tahap pembuatan. Peserta turut mempraktikkan proses pemeliharaan, mulai dari menyiapkan media air, memasukkan benih lele, mempersiapkan bibit kangkung, hingga memasang net pot pada wadah yang digunakan.
“Peserta perlu memahami bahwa keberhasilan Budikdamber sangat bergantung pada perawatan, pemberian pakan, kondisi air, kepadatan ikan, dan pertumbuhan tanaman perlu diperhatikan secara berkala,” jelas Roza.
Roza menekankan bahwa pemeliharaan secara rutin merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan Budikdamber. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian warga antara lain jumlah pakan, kualitas air, kepadatan ikan, serta perkembangan tanaman kangkung.
Selain teknik budidaya, peserta memperoleh pengetahuan mengenai karakteristik ikan lele dan cara melakukan pemantauan selama masa pemeliharaan. Pemberian pakan secara tepat serta pengamatan terhadap kondisi ikan diperlukan agar proses budidaya dapat berlangsung optimal.
Melalui kegiatan tersebut, Tim PRIME STeP IPB 2026 berharap masyarakat dapat mempraktikkan Budikdamber secara langsung di rumah masing-masing. Sistem ini dinilai dapat menjadi alternatif urban farming yang sesuai diterapkan oleh masyarakat yang tidak memiliki lahan luas.
Pelatihan Budikdamber menjadi salah satu agenda dalam program ECO-CREATE Bogor. Program tersebut diarahkan pada pengelolaan lingkungan dengan pendekatan ekonomi sirkular sekaligus peningkatan kapasitas masyarakat di Kelurahan Mulyaharja.
Lurah Mulyaharja, Muslim Yuliantono, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan memberikan tambahan wawasan sekaligus keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Muslim berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak hanya berhenti selama pelatihan, tetapi dapat dipraktikkan dan dikembangkan secara mandiri oleh warga sehingga memberikan manfaat berkelanjutan.
“Semoga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan oleh warga secara mandiri,” ujar Muslim.
Tim PRIME STeP IPB 2026 dalam kegiatan tersebut terdiri atas Doni Sahat Tua Manalu, Roza Yusfiandayani, Andini Tribuana Tunggadewi, Wiranda Intan Suri, dan Kharisma Fitri Hapsari. Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa IPB University, yakni Jefri Harianto, Muhammad Tsaqiful Rasyid, Fauzaan Fadhlurrohman Madyananda, Faishal Amri, Rosa Rina, serta Melsella Agustin.(uma)
Editor : Eka Rahmawati