RADAR BOGOR - Rasa takut dan kaget ketika memasuki wahana rumah hantu tidak hanya membuat seseorang berteriak.
Ketakutan yang muncul juga bisa memicu sejumlah respons tubuh, termasuk memengaruhi kerja jantung.
Dokter Penyakit Dalam IPB University, dr Christy Efiyanti, SpPD menjelaskan, tubuh mempunyai mekanisme alami dalam menghadapi ancaman yang disebut respons *fight-or-flight* atau mekanisme melawan maupun melarikan diri.
Ketika seseorang merasa terancam, tubuh secara otomatis meningkatkan detak jantung dan denyut nadi, serta memicu keluarnya keringat.
dr Christy mengungkapkan, respons tersebut merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk mempersiapkan seseorang menghadapi atau menghindari kondisi yang dianggap membahayakan.
Ia menjelaskan, rasa takut yang sangat intens akan mengaktifkan sistem saraf simpatis dan mendorong pelepasan sejumlah hormon, salah satunya adrenalin.
Baca Juga: TPG Agustus dan Nasib PPPK: Ini 2 Kabar Penting Guru Akhir Bulan
Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih cepat agar oksigen dapat disalurkan ke seluruh tubuh.
Selain itu, pembuluh darah dapat mengalami penyempitan yang kemudian menyebabkan tekanan darah meningkat.
Peningkatan detak jantung yang disertai naiknya tekanan darah membuat beban kerja jantung ikut bertambah.
Hal tersebut perlu diperhatikan terutama oleh orang yang memiliki penyakit jantung, hipertensi, penyakit arteri koroner, gagal jantung, atau gangguan irama jantung.
dr Christy menerangkan, peningkatan beban kerja jantung secara tiba-tiba akibat ketakutan yang ekstrem dalam kasus yang sangat jarang dapat memicu serangan jantung.
Lonjakan adrenalin juga berpotensi menimbulkan dampak serius bagi penderita penyakit jantung, mulai dari melemahnya otot jantung hingga gagal jantung dan serangan jantung.
Oleh sebab itu, orang dengan riwayat penyakit jantung, hipertensi, maupun yang kerap mengalami pingsan akibat gangguan irama jantung sebaiknya menghindari aktivitas yang memberikan rangsangan ketakutan secara berlebihan.
Hal yang Harus Dilakukan Ketika Pingsan karena Ketakutan
Apabila seseorang pingsan setelah mengalami ketakutan, dr Christy menyarankan agar korban segera dibaringkan dalam posisi telentang.
Jika tidak ditemukan cedera dan korban masih bernapas, kedua kakinya dapat diangkat sekitar 30 sentimeter lebih tinggi dibandingkan posisi jantung.
Pakaian yang terlalu ketat juga sebaiknya dilonggarkan. Setelah sadar, korban tidak dianjurkan langsung berdiri dan perlu diberi waktu untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
Jika korban belum juga sadar dalam waktu satu menit, bantuan darurat harus segera dihubungi.
"Periksa pula kondisi pernapasan dan denyut nadi korban. Apabila korban tidak bernapas, segera lakukan CPR," jelas dr Christy.
Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) perlu segera dilakukan hingga bantuan medis datang atau korban kembali bernapas.
Meski kejadian fatal akibat ketakutan di wahana rumah hantu tergolong sangat jarang, kondisi kesehatan jantung tetap perlu dipertimbangkan sebelum seseorang mengikuti aktivitas yang memberikan rangsangan takut secara intens.
Editor : Siti Dewi YantiSumber : IPB University