RADAR BOGOR - Bagi sebagian orang, anjing merupakan hewan peliharaan yang menyenangkan karena bisa menjadi teman untuk berbagai aktivitas.
Sementara bagi yang lainnya, kucing dianggap lebih cocok karena sifatnya yang tenang dan tidak terlalu membutuhkan banyak perhatian. Keduanya memiliki karakter serta kebutuhan yang berbeda.
Dalam momentum International Dog Day, Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, mengingatkan calon pemilik untuk memahami karakter hewan sebelum memutuskan untuk memeliharanya.
Menurut Prof Ronny, anjing umumnya memiliki sifat loyal, ekspresif, dan mudah bersosialisasi. Sedangkan kucing lebih dikenal mandiri dan cenderung selektif dalam berinteraksi.
Perbedaan keduanya juga terlihat dari cara berkomunikasi. Kucing biasanya menyampaikan respons dengan cara yang lebih halus dibandingkan anjing.
Hingga kini, minat masyarakat Indonesia untuk memelihara anjing dan kucing terus mengalami perkembangan.
Baca Juga: Bansos BPNT Akhir Agustus Muncul Lagi, Ini Daftar Nominal yang Masuk ke KKS
Pada 2026, jumlah pemilik anjing diperkirakan mencapai 12 juta orang, sedangkan pemilik kucing berada di angka sekitar 9 juta orang.
Kepemilikan anjing cenderung stabil dan banyak dijumpai di kawasan perdesaan serta suburban. Selain menjadi teman, anjing juga kerap dipelihara untuk membantu menjaga keamanan rumah.
Populasi pemilik kucing juga mengalami pertumbuhan cukup pesat, terutama di wilayah perkotaan. Salah satu indikatornya terlihat dari tingginya angka adopsi kucing jalanan yang mencapai 38 persen.
Meningkatnya minat masyarakat terhadap kedua hewan tersebut turut menggerakkan industri pakan hewan dengan nilai lebih dari Rp3,2 triliun.
Sekitar 80 persen pemilik disebut membeli atau memberikan pakan melalui platform daring. Prof Ronny bahkan memperkirakan jumlah pemilik kucing dapat melampaui pemilik anjing dalam satu dekade mendatang.
Beda Karakter, Beda Kebutuhan
Anjing telah didomestikasi sejak lama untuk membantu manusia berburu dan menjaga tempat tinggal.
Karakter anjing dikenal sosial, ekspresif, dan memiliki kecenderungan untuk banyak berinteraksi dengan manusia maupun hewan lainnya.
Dalam berkomunikasi, anjing menggunakan berbagai bentuk bahasa tubuh, ekspresi wajah, hingga suara seperti gonggongan.
Karena sifat tersebut, pemilik anjing perlu menyediakan waktu untuk mengajaknya berjalan-jalan, bermain, serta memberikan stimulasi fisik dan mental.
Anjing juga relatif bergantung pada pemiliknya dalam hal perhatian, makanan, dan aktivitas sehari-hari.
Pada masa awal, kucing dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan hama di kawasan pertanian.
Sebagai karnivora obligat, kucing membutuhkan asupan makanan dengan kandungan protein yang tinggi. Dari sisi perilaku, kucing cenderung lebih mandiri dan soliter.
"Cara komunikasi mereka lebih halus dibandingkan anjing," tutur Ronny.
Hewan ini lebih banyak menggunakan aroma atau feromon, gerakan ekor, serta suara seperti meong dan dengkuran untuk menyampaikan respons atau berinteraksi.
Perbedaan karakter tersebut membuat anjing dan kucing membutuhkan pola pemeliharaan yang berbeda.
Anjing lebih cocok bagi orang yang aktif dan gemar melakukan kegiatan di luar rumah.
Sebaliknya, kucing dapat menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki kesibukan tinggi, cenderung introvert, atau tinggal di tempat dengan ruang terbatas.
Ronny menilai keputusan memelihara hewan sebaiknya disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan pemiliknya.
Orang yang senang beraktivitas di luar rumah dapat mempertimbangkan anjing sebagai teman, sedangkan mereka yang memiliki aktivitas padat dan menginginkan hewan yang lebih mandiri bisa memilih kucing.
Dengan mengenai karakter serta kebutuhan masing-masing hewan, keputusan untuk memelihara anjing atau kucing tidak semata-mata didasarkan pada rasa suka.
Pemahaman tersebut juga penting untuk menciptakan hubungan yang sehat dan harmonis antara pemilik dan hewan peliharaannya.
Editor : Siti Dewi YantiSumber : IPB University