Pelajar Asal Gunung Sindur Bogor Dapat Sertifikat Apresiasi dari BSSN, Belajar IT Sejak SMP

Septi Nulawam Harahap • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 22:16 WIB
Rafasha Alfiandi Passage, pelajar asal Gunung Sindur, Kabupaten Bogor mendapat Sertifikat Apresiasi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). (Septi N/Radar Bogor)
Rafasha Alfiandi Passage, pelajar asal Gunung Sindur, Kabupaten Bogor mendapat Sertifikat Apresiasi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). (Septi N/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Kisah membanggakan datang dari seorang pelajar asal Gunung Sindur, Kabupaten Bogor yang mendapat Sertifikat Apresiasi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Di usianya yang baru genap 17 tahun, Rafasha Alfiandi Passage berhasil menemukan kerentanan keamanan pada salah satu aset digital BSSN melalui jalur pelaporan resmi. 

Setelah melalui proses validasi dan tindak lanjut dari BSSN-CSIRT, Rafa sapaannya, kemudian mendapatkan sertifikat apresiasi dari BSSN sebagai Bug Hunter pada 26 Agustus 2026.

Rupanya, Rafa memang aktif belajar secara otodidak di bidang ilmu teknologi sejak di bangku SMP.

"Saya memang sudah bergelut di dunia IT sejak kelas 3 SMP, waktu itu awalnya saya lebih banyak belajar programming, terutama membuat website, karena dari situ ketertarikan saya terhadap dunia teknologi mulai muncul," ungkapnya kepada Radar Bogor.

Ketika masuk SMA, Rafa mulai lebih serius mendalami bidang IT dan terus mengembangkan kemampuan programming serta web development. 

Sekitar awal kelas 2 SMA, pria kelahiran 31 Agustus 2009 itu kemudian mulai tertarik untuk mempelajari keamanan siber atau cybersecurity. 

"Dari situ saya mulai belajar lebih dalam mengenai web security, vulnerability research, dan bagaimana cara mengidentifikasi serta melaporkan kerentanan secara etis," jelasnya.

Sertifikat apresiasi dari BSSN ternyata bukan yang pertama Rafa dapat. Hingga kini, ia mengaku punya lebih dari 10 sertifikat setelah berhasil menembus keamanan website sejumlah instansi dan lembaga pemerintah, hingga universitas.

Bahkan di antaranya aset digital milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), KPK, BMKG, hingga NASA.

Selain belajar cybersecurity, Rafa juga mencoba membangun starup sendiri di bidang teknologi melalui Rafashacode.id. 

Rafashacode.id merupakan startup atau usaha teknologi yang ia bangun untuk menyediakan dan mengembangkan berbagai solusi digital, seperti pembuatan website, pengembangan software, serta layanan teknologi lainnya. 

"Awalnya saya membangun Rafashacode.id dari kemampuan programming yang saya pelajari secara mandiri, kemudian saya coba kembangkan menjadi sebuah brand dan usaha teknologi," beber Rafa.

Baginya, Rafashacode.id bukan hanya tempat untuk menawarkan jasa, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan, membuat produk digital, dan belajar membangun bisnis teknologi sejak usia pelajar.

Menurut Rafa, semua yang ia raih berawal dari rasa penasaran dan hobi belajar IT sejak SMP. 

"Sampai sekarang pun saya masih terus belajar karena menurut saya dunia teknologi, khususnya cybersecurity, sangat luas dan terus berkembang," tuturnya.

Setelah lulus SMA, Rafa berencana akan melanjutkan pendidikan di Politeknik Siber dan Sandi Negara di Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Di samping terus mengembangkan kemampuannya di bidang IT untuk membantu lebih banyak orang dalam hal cybersecurity.

"Saya ingin terus mengembangkan kemampuan saya, baik sebagai developer maupun di bidang keamanan siber, sekaligus mengembangkan Rafashacode.id agar ke depannya bisa menjadi startup teknologi yang lebih besar dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tandasnya.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
Rafasha bogor pelajar bssn gunung Sindur