RADAR BOGOR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor Kelompok 7 menggelar edukasi dan demonstrasi pengelolaan sampah di RW 09, Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sampah sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara tepat dan berkelanjutan.
Edukasi ini digelar sebagai respons terhadap masih ditemukannya sejumlah persoalan pengelolaan sampah di lingkungan Desa Parakan.
Baca Juga: 8 Daerah di Jawa Barat Ini Jadi Tempat Uji Coba Perlinsos Digital 2026, Daftar Bansos Lewat Online
Kebiasaan membakar sampah hingga membuang sampah ke sungai menjadi salah satu permasalahan yang mendorong mahasiswa KKN Kelompok 7 memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Tak hanya memberikan materi, mahasiswa juga melakukan demonstrasi pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi produk yang dapat digunakan kembali, yakni eco enzyme dan pupuk organik cair (POC).
Melalui demonstrasi tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan cara mengolah limbah organik agar tidak langsung dibuang.
Pemanfaatan sampah organik itu diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan produk yang memiliki manfaat.
Sebagai bagian dari output kegiatan, mahasiswa KKN Kelompok 7 turut memberikan bak sampah dan papan edukasi mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat RW 09.
Bak sampah tersebut diharapkan dapat mendukung kebiasaan warga untuk membuang dan memilah sampah pada tempat yang telah disediakan.
Sementara papan edukasi menjadi media pengingat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah di lingkungan sekitar.
Ketua KKN Kelompok 7, Rangga Luthfi Firdaus, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sampah yang masih ditemui di lingkungan masyarakat.
“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah untuk kehidupan sehari-hari,” ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis, 3 September 2026.
Pengelolaan sampah pun diharapkan tidak berhenti selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Desa Parakan.
“Kami berharap apa yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan bisa diterapkan oleh masyarakat,” tuturnya.
Sekretaris Desa Parakan, Luqmanul hakim menyampaikan, bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
“Sampah yang kita hasilkan sebenarnya akan kembali kepada kita, kalau sampah tidak dikelola dengan baik dan dibuang sembarangan, dampaknya juga akan dirasakan oleh masyarakat, baik terhadap kebersihan lingkungan maupun kesehatan," imbuhnya.
Oleh sebab itu, tambah Lukman, pengelolaan sampah perlu dimulai dari kesadaran masing-masing warga. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati