RADAR BOGOR - Sekolah jenjang pendidikan SMA di Kota Bogor disiapkan untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Senin, 7 September 2026.
Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah II Provinsi Jawa Barat Yudi Rahmat menjelaksan pihaknya saat ini tengah menyiapkan surat edaran resmi terkait PJJ tersebut.
“Kemungkinan PJJ sesuai instruksi Pak Gubernur di Instagram, cuma kita lagi buat surat edarannya,” terang Yudi dikonfirmasi Radar Bogor.
Meski begitu, Yudi menerangkan seluruh kepala sekolah jenjang pendidikan SMA sederajat sudah diinformasikan untuk mengikuti intruksi PJJ dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Kepala sekolah sudah diintruksikan, ya diintruksikan sesuai Pak Gubernur yang ada di IG-nya dapat mengambil keputusan kalau memang membahayakan,” terang Yudi.
Baca Juga: Abu Vulkanik Selimuti Kabupaten Bogor, Disdik Alihkan KBM ke Pembelajaran Jarak Jauh
Namun Yudi belum merinci tengat waktu PJJ itu berlangsung, menurutnya semua disesuikan apabila kondisi dan situasi sudah aman seperti sedia kala.
“Iya atu sepertinya PJJ, bisanya sampai waktu yang tidak ditentukan nunggu situasi aman, tunggu Ini lagi pada rapat lagi zoom,” ucap Yudi.
Penerapan PJJ ini dilakukan menyusul penyebaran debu vulkanik ke sejumlah wilayah, termasuk Kota Bogor, kondisi ini disebut-sebut berbahaya untuk kesehatan.
Gubernur Jawa Barat Dedie Mulyadi pada laman Instagram resminya memperbolehkan jika sekolah-sekolah hendak menerapkan PJJ.
“Wilayah yang intensitas debunya tinggi, seperti Bogor, Sukabumi, serta daerah lain, para kepala sekolah, bisa mengambil keputusan pembelajaran daring,” ujar Dedi. (bay)
Editor : Eka Rahmawati