Kenji Haidar Alfarez, Siswa SMAN 8 Kota Bogor 2 Kali Tembus Provinsi OSN Informatika

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 21:34 WIB
Kenji Haidar Alfarez siswa SMAN 8 Kota Bogor yang berhasil menembus OSN di bidang informatika tingkat Provinsi Jawa Barat. (Dzikri/Radar Bogor)
Kenji Haidar Alfarez siswa SMAN 8 Kota Bogor yang berhasil menembus OSN di bidang informatika tingkat Provinsi Jawa Barat. (Dzikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Kenji Haidar Alfarez yang merupakan siswa SMAN 8 Kota Bogor, memiliki ketertarikan pada dunia informatika sejak duduk di bangku SMA. Ketertarikan itu membawanya dua kali menembus Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Informatika tingkat provinsi.

Kenji mengaku awalnya tidak menargetkan bidang Informatika. Saat kelas 10, dia mengikuti seleksi tim OSN sekolah untuk bidang Matematika. Namun, kondisi tubuh yang kurang fit membuatnya gagal dalam seleksi tersebut.

Kegagalan itu justru membuka kesempatan baru. Salah satu gurunya kemudian menawarkan Kenji mengikuti seleksi tambahan untuk bidang Informatika.

“Awalnya aku ikut seleksi tim OSN sekolah untuk bidang Matematika. Tapi waktu itu kondisi badan lagi kurang fit, alhasil pas hasil seleksi keluar, aku nggak lolos,” ujar Kenji.

Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Tersisa, Jalanan Kota Bogor Kembali Disemprot

Ia kemudian mencoba seleksi Informatika dan berhasil lolos. Sejak saat itu, Kenji mulai serius mempelajari bidang tersebut karena merasa Informatika memiliki kemiripan dengan Matematika, terutama dalam hal logika.

“Dari situ aku belajar kalau Informatika itu mirip Matematika, cuma lebih fokus ke permainan logikanya. Karena aku suka main logika, aku jadi makin tertarik,” ujarnya.

Kenji telah menekuni OSN Informatika selama dua tahun. Dalam dua kesempatan tersebut, dia berhasil melaju hingga tingkat provinsi.

“Ini sudah dua tahun, jadi sudah dua kali ikut. Tahun pertama aku sampai tingkat provinsi juga,” ucapnya.

Dalam OSN Informatika, Kenji mempelajari sejumlah materi yang tidak banyak dibahas secara mendalam dalam pembelajaran sekolah. Salah satunya matematika diskrit yang berkaitan dengan pemecahan masalah dengan membaginya menjadi bagian-bagian lebih kecil.

Selain itu, dia mempelajari pemrograman menggunakan bahasa C++. Menurut Kenji, kemampuan logika menjadi salah satu hal penting dalam menghadapi soal-soal olimpiade Informatika.

Ketertarikannya terhadap komputer sebenarnya sudah muncul sejak sekolah dasar. Saat itu, Kenji mengaku cukup menyukai komputer meski belum menekuninya secara serius.

“Waktu SD aku sempat lumayan suka komputer, cuma nggak begitu dilanjutin. Tapi komputer memang salah satu bidang yang aku suka sejak SD, lalu berlanjut di SMP, dan puncaknya saat SMA ini,” tuturnya.

Tidak hanya Informatika, Kenji juga mengikuti berbagai kompetisi sains lainnya. Dari sejumlah perlombaan yang diikuti secara daring maupun yang digelar universitas, dia mengoleksi tiga medali.

Rinciannya, dua medali perak diraih dari bidang Fisika dan Kimia. Sementara satu medali perunggu diperoleh dari bidang Informatika.

Bagi Kenji, mengikuti olimpiade sains memiliki tantangan tersendiri. Dia menikmati proses mengerjakan soal yang menuntut kemampuan berpikir dan pemecahan masalah.

“Serunya karena soal-soal olimpiade itu lebih menantang. Asyik aja memutar otak buat nemuin jawabannya, mengotak-atik rumus, atau nyari rumus yang bisa menyelesaikan soal lebih cepat,” katanya.

Untuk persiapan, Kenji tidak selalu berlatih setiap hari. Namun, dia rutin menyisihkan waktu sekitar tiga hingga delapan jam setiap pekan untuk mengerjakan soal-soal olimpiade.

Menurutnya, materi olimpiade juga memiliki tingkat kedalaman yang berbeda dengan pembelajaran di sekolah. Pada bidang tertentu, peserta harus mempelajari materi secara lebih spesifik.

“Materinya lumayan berbeda. Soal olimpiade punya fokus khusus. Misalnya Olimpiade Kimia bakal lebih dalam membahas kimia organik atau kimia yang mengarah ke pertanian,” jelasnya.

Kenji pun membagikan tips bagi pelajar yang ingin mulai mengikuti olimpiade sains. Langkah pertama, menurut dia, menentukan bidang yang benar-benar disukai.

“Cari tahu dulu bidang apa yang paling disukai, apakah lebih enjoy di Fisika, Kimia, Matematika, Biologi, atau Informatika. Kalau sudah tahu, langsung mulai saja dulu,” ujarnya.

Ia pun menyarankan peserta pemula segera mengikuti lomba dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses belajar. Setelah menentukan bidang, peserta dapat mempelajari silabus serta soal-soal dari tahun sebelumnya.

“Daftar dulu lombanya, baru belajar mengikuti silabusnya. Pelajari materi dan soal-soal tahun lalu. Soal OSN bisa dijadikan patokan utama,” pungkas Kenji. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
Kenji Haidar Alfarez Informatika SMAN 8 Kota Bogor osn