Pelajar di Kota Bogor Kembali Belajar Tatap Muka, Aktivitas di Luar Ruangan Dibatasi

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 21:46 WIB
Pendiri kelompok belajar bersama, Rudi Manggala usai menyaksikan pemutaran Film di ruang kelas, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selasa (1/9/2026). Sosok Rudi Manggala adalah pendiri sekolah dasar di Kampung Rawa Gede, Cisarua. Sebelumnya sekolah tidak langsung dibangun sebagai sekolahan. Awalnya, sekolah itu hanya berupa kelompok belajar sederhana pada 1980, hingga 1997 resmi menjadi Sekolah Dasar Negeri Cikoneng. Foto : Hendi Novian / Radar Bogor
Ilustrasi: Aktivitas belajar mengajar kembali tatap muka setelah sempat pembelajaran jarak jauh imbas abu vulkanik. (Hendi Novian/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Setelah melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ siswa di Kota Bogor dijadwalkan kembali belajar tatap muka Rabu, 9 September 2026.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor, Yosep Berliana mengatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan hasil dari pengukuran kualitas udara.

“Jadi memang insyaallah mudah-mudahan kalau tidak ada kondisi seperti kemarin nanti malam, insyaallah anak-anak sudah mulai belajar besok,” ujar Yosep kepada Radar Bogor Selasa, 8 September 2026.  

Sekolah-sekolah baik SD ataupun SMP di Kota Bogor disebutnya juga sudah melakukan pembersihan lingkungan selama siswa PJJ dua hari kemarin. 

Baca Juga: Pengangkutan Sampah ke TPA Galuga Diliburkan Usai Kebakaran, Ini Penjelasan Bupati Bogor

“Tadi juga dipantau terutama yang bidang SD sekolah-sekolah kesiapan untuk pelaksanaakn pembelajaran besok,” terang Yosep.

Meski begitu terdapat beberapa catatan yang mesti dipenuhi, pertama siswa dianjurkan untuk membatasi aktivitas di luar ruang kelas.

“Aktivitas lapangan seperti olahraga atau kegiatan lain sementara dialihkan ke ruang kelas dulu,” jelasnya.

Tidak hanya itu, siswa juga dianjurkan untuk mengenakan masker dan baju panjang saat hendak berangkat menuju sekolah masing-masing.

“Arahan dari Dinkes bajunya pakai baju panjang juga, karena ternyata abu vulkanik bisa menimbulkan iritasi pada kulit,” pungkasnya. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
bogor belajar tatap muka