RADAR BOGOR – Universitas Djuanda (Unida) Bogor resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.
PPKMB yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru Unida Bogor untuk mengenal dunia perkuliahan sekaligus membangun bekal ilmu, karakter, dan kesiapan menghadapi masa depan.
PKKMB 2026 dibuka pada 7 September 2026 di Lapangan Bina Tauhid Unida Bogor dengan mengusung tema “Embracing the World, Attaining the Hereafter”.
Baca Juga: Dugaan Mafia Tanah PTSL 2019, Tiga Lokasi di Bogor Digeledah Polda Metro Jaya
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga dibekali nilai karakter, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta semangat untuk terus mengembangkan potensi diri.
Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I., menyambut para mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Djuanda.
Ia mengajak mereka menjadikan masa kuliah sebagai kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri agar kelak mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, perjalanan sebagai mahasiswa merupakan awal dari proses baru yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun kapasitas dan masa depan.
Baca Juga: Ditreskrimum Polda Metro Jaya Datangi BPN Kabupaten Bogor, Dikawal Brimob Bersenjata
Pembukaan PKKMB juga dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum. Ia menekankan bahwa perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa membawa tanggung jawab yang lebih besar.
Mahasiswa, kata dia, perlu memiliki tujuan, motivasi, serta kemampuan mengelola diri agar mampu mencapai target akademik maupun mempersiapkan masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Lukman juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Ia mengingatkan mahasiswa agar menggunakan teknologi secara bijak sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan, bukan menggantikan kapasitas manusia.
Baca Juga: Cek Kategori Penerima Bantuan Pangan Beras 3 Bulan untuk 33,2 Juta KPM, Simak di Sini
Karena itu, mahasiswa didorong untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, inovasi, dan rasa tanggung jawab di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Selain aktif dalam kegiatan akademik, mahasiswa juga diminta memperluas pengalaman melalui organisasi, seminar, kompetisi, penelitian, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Berbagai aktivitas tersebut dinilai dapat membantu mahasiswa mengasah keterampilan sekaligus memperluas jejaring.
“Mahasiswa unggul adalah mahasiswa yang berdampak dan memiliki relasi,” ungkap Dr. Lukman.
Baca Juga: iCar V27 EREV Resmi Dipamerkan, SUV Listrik 455 PS dengan Mode Off-Road Lengkap
Sementara itu, Dewan Pengawas Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI), Dr. Bambang Widjojanto, S.H., M.H., mengingatkan bahwa pendidikan tinggi tidak seharusnya hanya berorientasi pada perolehan gelar.
Menurutnya, kampus juga menjadi tempat bagi mahasiswa untuk membangun ilmu, adab, akhlak, serta kemampuan agar dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Mahasiswa juga didorong menguasai berbagai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman, mulai dari coding, public speaking, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, hingga keterampilan profesional lainnya.
Namun, penguasaan kompetensi tersebut harus tetap berjalan seiring dengan pengamalan nilai-nilai karakter yang menjadi ciri khas Unida.
Baca Juga: Aturan Baru PPPK 2026 Paruh Waktu , Begini Ketentuan Supaya Tetap Diperpanjang
Unida sendiri memiliki 21 Karakter Tauhid yang menjadi salah satu fondasi dalam membentuk mahasiswa. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga adab, akhlak, dan kesiapan menjadi calon pemimpin bangsa.
Arah perjalanan mahasiswa Unida juga diperkenalkan melalui Djuanda Muda Strategic Blueprint yang disampaikan Chancellor Unida, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.
Blueprint tersebut menggambarkan perjalanan mahasiswa dalam empat tahapan, yakni Kuliah Gembira, Masa Depan Sejahtera, Hari Tua Bahagia, dan Pulang Masuk Surga.
Keempat tahapan itu menjadi gambaran perjalanan mahasiswa sejak menempuh pendidikan di kampus, mempersiapkan masa depan, membangun kehidupan yang sejahtera, hingga tetap memiliki orientasi terhadap kehidupan akhirat.
Baca Juga: Sungai Cileungsi Bogor Tercemar, 4 Perusahaan Laundry Garment Disegel KLH
Dalam proses tersebut, pembentukan karakter didasarkan pada 21 Nilai Karakter Tauhid yang terbagi ke dalam empat dimensi, yakni Local Wisdom, National Wisdom, International Wisdom, dan Spiritual Wisdom. Seluruh nilai tersebut bermuara pada pembentukan Akhlaqul Karimah.
Selain penguatan karakter, Unida juga menyiapkan ekosistem pendukung bagi mahasiswa melalui Powerful Networking, Service Excellence, dan Ruang Aman Konseling.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun jejaring, memperoleh layanan dan dukungan selama menjalani perkuliahan, serta mendapatkan pendampingan ketika menghadapi berbagai tantangan.
Semangat “Embracing the World, Attaining the Hereafter” pun menjadi pijakan bagi mahasiswa baru Unida untuk berkembang dan berprestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai ketauhidan.
Baca Juga: Sungai Cileungsi Bogor Kembali Menghitam, KP2C Temukan Pipa Siluman Diduga Buang Limbah
Melalui PKKMB 2026, Unida ingin mengajak para Djuanda Muda memulai perjalanan kampus dengan semangat besar, memperluas wawasan dan relasi, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik dengan tetap menjadikan karakter dan nilai spiritual sebagai fondasi utama.
Semangat tersebut dirangkum dalam pesan yang menjadi arah perjalanan Djuanda Muda, yakni kuliah gembira, masa depan sejahtera, hari tua bahagia, pulang masuk surga.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga