Siswa SMKN 4 Bogor Bikin Parkify, Cari hingga Pesan Parkir Kini Bisa dari Parkify

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 09:35 WIB
Pelajar SMKN 4 Kota Bogor menjelaskan inovasi alat Parkify di BIA 2026. Foto: Sofiansyah/Radar Bogor
Pelajar SMKN 4 Kota Bogor menjelaskan inovasi alat Parkify di BIA 2026. Foto: Sofiansyah/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Mencari tempat parkir terkadang membuat pengendara harus berkeliling cukup lama.

Kondisi tersebut coba diatasi siswa SMKN 4 Bogor melalui inovasi bernama Parkify, sebuah sistem yang memungkinkan pengguna mencari, memesan, hingga memantau parkir secara digital.

Parkify menjadi salah satu inovasi yang dipamerkan dalam Festival Inovasi Bogor Innovation Award (BIA) 2026 di STP IPB, Kota Bogor.

Inovasi ini dikembangkan oleh tim siswa SMKN 4 Bogor dengan Justin, siswa kelas 12, sebagai ketua tim.

Justin menjelaskan, Parkify dirancang pelajar SMKN 4 Kota Bogor untuk mengotomatisasi sistem parkir sehingga pengguna dapat mengetahui ketersediaan tempat sebelum tiba di lokasi.

Baca Juga: MBG di Cinangka Bogor Dinilai Belum Merata, Sekolah Dekat SPPG Tak Kebagian

“Sistem Parkify mengotomasi lingkungan parkir dengan fokus pada booking parkir online. Pengguna bisa memonitor dan mereservasi area parkir dari jarak jauh, sehingga tidak perlu lagi on visit location untuk mencari parkir,” kata Justin, Selasa, 8 September 2026.

Pesan Slot, Dapat QR Code

Penggunaan Parkify dimulai dengan memilih area parkir yang masih tersedia melalui website.

Setelah melakukan pembayaran booking secara digital, pengguna akan mendapatkan QR Code yang digunakan sebagai akses sekaligus verifikasi.

Saat tiba di area parkir, pengguna cukup menunjukkan QR Code kepada petugas atau loket masuk.

Sistem kemudian memverifikasi reservasi dan mengarahkan pengguna ke area parkir yang telah dipesan.

Baca Juga: SaBo Bikin Sejarah hingga Kulineran Bogor Jadi Petualangan Digital

QR Code tersebut juga kembali digunakan ketika pengguna meninggalkan area parkir untuk memastikan proses keluar tercatat dalam sistem.

Tak hanya menyediakan layanan reservasi, Parkify dilengkapi fitur track parkir real time. 

Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengetahui status ketersediaan area parkir melalui website.

Bisa Deteksi Salah Parkir

Parkify juga dirancang untuk mencegah pengguna menempati area parkir yang tidak sesuai dengan pesanannya.

Jika seseorang telah memesan area parkir A tetapi justru menempati B, sensor yang terpasang pada area parkir tersebut dapat memberikan peringatan berupa suara maupun notifikasi.

Baca Juga: 50 Guru Penyandang Disabilitas Dapat Edukasi Keuangan Syariah dan Kesehatan Mental di Bogor

“Misalkan pengguna memesan area parkir A lalu menempati B, maka di B akan muncul peringatan berupa sound beep atau notifikasi pelanggaran bahwa ia tidak boleh menempati slot tersebut,” ujarnya.

Teknologi yang digunakan dalam Parkify meliputi website, Internet of Things (IoT), dan Artificial Intelligence (AI). Ketiganya diintegrasikan dengan sensor yang dipasang pada masing-masing slot parkir.

Untuk area indoor, sensor dapat ditempatkan di bagian atas.

Sementara di area outdoor, sensor dapat dipasang di bagian bawah atau lantai.

Jumlah sensor juga menyesuaikan jumlah area parkir yang tersedia.

Artinya, setiap area parkir membutuhkan satu sensor untuk mendeteksi kondisi dan penggunaan tempat parkir.

Baca Juga: Perbandingan Lengkap Varian All New Honda Vario 160 Evo: CBS, CBS Nitro, dan ABS

Selain diperuntukkan bagi pengendara, Parkify memiliki dashboard khusus pengelola.

Melalui dashboard tersebut, pengelola dapat melihat total area parkir sekaligus mengetahui jumlah tempat yang sedang terisi secara real time.

Berpotensi Bantu Atasi Parkir Liar

Menurut Justin, sistem Parkify dapat diterapkan di berbagai lokasi, baik area parkir indoor maupun outdoor, dengan menyesuaikan skala dan kebutuhan.

Untuk area outdoor, tim bahkan membuka peluang mengembangkan sistem tersebut sebagai salah satu pendukung penanganan parkir liar.

Sensor dapat dipasang di sejumlah titik, kemudian data yang diperoleh dapat dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan untuk membantu proses pelaporan pelanggaran.

Baca Juga: Jadwal Pencairan PIP September 2026: Cek Tanggal Penarikan Dana dan Status SK SiPintar

Namun, pengembangan Parkify masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya mendapatkan data riil terkait kondisi parkir.

Data tersebut diperlukan untuk menganalisis permasalahan yang dialami masyarakat saat mencari tempat parkir, termasuk mengetahui durasi waktu yang dibutuhkan pengendara untuk menemukan area parkir kosong.

“Contohnya saat mencari data riil untuk analitik permasalahan, seperti di mal Botani atau Lippo, untuk mengetahui berapa lama rentang waktu kesulitan pengguna dalam mencari parkir,” jelas Justin.

Dari sisi biaya, tim memperkirakan pembuatan sistem untuk satu sensor membutuhkan dana sekitar Rp17,35 juta.

Baca Juga: Pecinta Horor Siap-Siap! Resident Evil Survival Experience Hadir di Jakarta September Ini

Kurangi Waktu dan Emisi Kendaraan

Kehadiran Parkify tidak hanya ditujukan untuk mempermudah pengendara mendapatkan tempat parkir.

Sistem ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan penggunaan bahan bakar.

Dengan mengetahui area parkir yang tersedia sebelum tiba di lokasi, pengendara tidak perlu berputar-putar mencari tempat kosong.

Kondisi tersebut juga berpotensi mengurangi emisi kendaraan yang timbul akibat pengendara terlalu lama mencari area parkir.

Baca Juga: LSM PRB Desak Polda Usut Tuntas Kasus PTSL Kabupaten Bogor, Periksa Pejabat yang Terlibat

Melalui Parkify, siswa SMKN 4 Bogor mencoba menghadirkan solusi parkir berbasis teknologi yang menggabungkan reservasi digital, sensor IoT, dan pemantauan area parkir secara real time.  (*)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Parkify bogor parkir SMKN 4