RADAR BOGOR — Kegiatan Alphabet 2.0 yang diselenggarakan Sekolah Albayan Cianjur resmi berakhir pada Jumat, 12 September 2026.
Berlangsung selama sepekan, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai agenda, seperti futsal, mini soccer, Mobile Legends, serta sejumlah aktivitas lainnya yang dirancang untuk memberikan pengalaman kompetitif sekaligus edukatif bagi para siswa.
Prosesi penutupan Alphabet 2.0 berlangsung semarak dengan kehadiran Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian yang secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan.
Penutupan turut dihadiri oleh jajaran Yayasan Pribadi Kamila Cianjur, para kepala sekolah dari grup Albayan, dan Ketua Komite SMA Al Bayan Cianjur, Sulkifly Baro.
Dalam sambutannya, Sulkifly menegaskan bahwa keberhasilan Alphabet 2.0 tidak semata-mata dapat diukur dari kemeriahan acara pada hari penutupan.
Baca Juga: Sensor Oksigen Mobil Bermasalah, Ternyata Bisa Dibersihkan Tanpa Harus Ganti Baru
Menurutnya, terdapat proses panjang di balik terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari kerja keras, tekanan, perbedaan pendapat, koordinasi, kelelahan, hingga berbagai persoalan yang harus diselesaikan bersama.
Sulkifly menjelaskan setidaknya tiga hal utama terkait kepemimpinan yang dapat dipelajari para siswa melalui pelaksanaan Alphabet 2.0, yakni vision, time management, dan problem solving - decision making.
“Apa yang kalian lakukan hari ini akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika memasuki dunia perkuliahan, dunia kerja, menjadi profesional, pengusaha, pemimpin organisasi, bahkan ketika suatu hari dipercaya menjadi pemimpin masyarakat,” ujarnya.
Sulkifly memberikan penghargaan kepada seluruh panitia Alphabet 2.0 atas kerja keras mereka dalam menyukseskan kegiatan.
Ia menilai para siswa telah menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya mampu memiliki impian, tetapi juga sanggup menyusun rencana, menjalankan kegiatan, menghadapi berbagai persoalan, hingga menghasilkan sebuah acara yang membanggakan.
Berakhirnya Alphabet 2.0 bukan berarti berakhir pula proses belajar para siswa mengenai kepemimpinan.
Sebaliknya, pengalaman selama kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi mereka untuk terus mengembangkan kemampuan memimpin di masa mendatang.
Editor : Siti Dewi Yanti