35 Mahasiswa Baru IPB Dapat Beasiswa McD, Ada Anak Kuli Panggul yang Jadi Penerima

Dede Supriadi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 20:27 WIB
Perwakilan McDonald’s Indonesia bersama penerima Beasiswa Pendidikan Tinggi McD dari IPB University. (Dede/Radar Bogor)
Perwakilan McDonald’s Indonesia bersama penerima Beasiswa Pendidikan Tinggi McD dari IPB University. (Dede/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Sebanyak 35 mahasiswa baru IPB University dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi mendapat Beasiswa Pendidikan Tinggi McD. Program tersebut memberikan dukungan pendidikan selama dua semester pertama perkuliahan.

Beasiswa ini merupakan kolaborasi McDonald’s Indonesia dengan Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI). Tak hanya bantuan biaya pendidikan, para penerima juga mendapat voucher makanan, pelatihan, hingga kesempatan magang dan mengenal dunia kerja secara langsung di McDonald’s Indonesia.

Program tersebut diharapkan membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Director of Human Resources and General Services McDonald’s Indonesia Yulianti Hadena mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan inklusif yang telah berjalan lebih dari tiga dekade.

Baca Juga: SMAN 5 Kota Bogor Kembali Tunjukan Taring di DBL, Tumbangkan SMA PSKD VII Depok

“Kami melihat perjuangan dan kerja keras adik-adik mahasiswa untuk sampai di titik ini. Hal ini menjadi alasan kami menghadirkan Beasiswa Pendidikan Tinggi McD sebagai milestone baru dari komitmen kami untuk mendukung pendidikan inklusif,” ujar Yulianti.

Menurutnya, para penerima beasiswa tidak hanya membutuhkan dukungan finansial, tetapi juga ruang untuk belajar, berkembang, dan memperoleh pengalaman sebagai bekal memasuki dunia profesional.
“Kami ingin memberi ruang bagi mereka untuk belajar, berkembang, dan mendapatkan pengalaman sebagai bekal untuk menjadi future leaders berkarakter yang membawa dampak positif,” tambahnya.

Kolaborasi McDonald’s Indonesia dan YAPI dilatarbelakangi masih besarnya tantangan akses pendidikan tinggi bagi anak muda dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia pada 2025 mencapai 32,89 persen, meningkat dari 32 persen pada 2024.

Meski mengalami peningkatan, persoalan biaya masih menjadi tantangan bagi sebagian calon mahasiswa. Pada 2025, tercatat 17.816 calon mahasiswa yang telah dinyatakan diterima di perguruan tinggi negeri tidak melakukan daftar ulang.

Keterbatasan biaya, termasuk biaya hidup bagi calon mahasiswa yang tidak memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah secara penuh, disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.

Sementara itu, Ketua YAPI Andi Irman Patiroi mengatakan, kebutuhan dukungan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi masih cukup tinggi.

“Rata-rata tiap tahun, mahasiswa yang membutuhkan beasiswa dapat mencapai hingga 40 persen dari yang diterima di IPB University. Karena itu, dukungan dari pihak swasta seperti ini penting,” kata Andi.

YAPI sendiri telah menjalankan berbagai program beasiswa sejak 2016 untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan pendidikan sejak awal perkuliahan.

Kolaborasi tersebut juga mendapat apresiasi dari IPB University. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Prof. drh. Deni Noviana, Ph.D., mengatakan dukungan yang diberikan McDonald’s Indonesia tidak hanya berupa bantuan finansial.

“Kami mengapresiasi McDonald’s Indonesia yang tidak hanya menghadirkan bantuan finansial, tetapi juga membuka kesempatan bagi para penerima beasiswa untuk belajar dan mengembangkan potensi di luar kelas lewat program pelatihan hingga kesempatan magang,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat membantu para mahasiswa mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Salah satu penerima Beasiswa Pendidikan Tinggi McD adalah Silha Napisah, mahasiswa baru Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University.

Bagi Silha, kesempatan berkuliah di IPB merupakan pencapaian yang sangat disyukuri. Ia bahkan menjadi orang pertama dalam keluarga besarnya yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Perjalanan tersebut tak lepas dari perjuangan kedua orang tuanya.

Sang ayah bekerja sebagai kuli panggul ikan di Muara Baru, Jakarta Utara, dengan penghasilan yang bergantung pada aktivitas bongkar muat ikan. Sementara sang ibu membantu keluarga dengan mengajar ngaji anak-anak di lingkungan tempat tinggal.

Silha sempat khawatir menjadi beban keluarga ketika melanjutkan pendidikan. Sejak sekolah, ia berusaha membantu dengan mengajar les privat, mulai dari calistung hingga Matematika dan Fisika.

“Buat saya, bisa diterima di IPB University adalah sesuatu yang sangat saya syukuri karena ini memang kampus impian saya. Alhamdulillah, mendapat Beasiswa Pendidikan Tinggi McD ini rasanya seperti jawaban atas doa saya dan kedua orang tua,” tutur Silha.

Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meraih cita-cita sekaligus membantu keluarganya.

“Saya ingin terus belajar dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, supaya suatu hari nanti saya bisa membuat Bapak dan Umi tidak perlu bekerja sekeras sekarang,” tandasnya. (ded)

Editor : Eka Rahmawati
ipb McD beasiswa