RADAR BOGOR - Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LP2AI) IPB University memasuki tahap awal pengembangan edible garden di SMP IT Abdullah Bin Nuh (SMP IT ABN), Kota Bogor.
Kegiatan yang berlangsung pada 10 September 2026 ini diisi dengan survei lapangan dan diskusi bersama pihak sekolah.
Program ini didasari pertimbangan bahwa edible garden di sekolah dapat mengubah sikap dan persepsi siswa terhadap konsumsi sayur dan buah.
Baca Juga: Menkeu Suahasil Nazara Baru Dilantik, Wali Kota Bogor Titip Pesan Soal Dana Transfer Daerah
Kegiatan ini juga mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan dan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta menjadi bagian dari upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sejak usia sekolah.
Tim yang diketuai Dr. Akhmad Arifin Hadi, bersama sejumlah dosen dan mahasiswa melakukan survei untuk mengidentifikasi kondisi lahan, akses, fasilitas sekolah, serta area yang berpotensi dikembangkan sebagai ruang berkebun.
Diskusi turut dilakukan bersama H. Taufik Buchori, S.TP., guru SMP IT ABN, guna memahami kebutuhan pembelajaran siswa dan harapan sekolah terhadap program ini.
Saat ini kegiatan masih berada pada tahap inventarisasi lokasi dan diskusi dengan pihak sekolah, sebelum memasuki tahap penyusunan konsep dan desain. Dari hasil diskusi tersebut, tim mengarahkan pengembangan edible garden dalam bentuk raised bed, yaitu bedeng tanam yang ditinggikan dan dirancang portable agar dapat dipindahkan sesuai kebutuhan ruang di sekolah.
"Untuk edible garden ini diusahakan dibuat portable agar dapat dipindahkan sewaktu-waktu diperlukan. Siswa juga dapat belajar dalam merawat dan menanam dengan edible garden ini," ujar Taufik Buchori saat diskusi mengenai desain edible garden.
Pemilihan raised bed didasarkan pada sejumlah pertimbangan praktis. Bentuknya yang portable memudahkan penyesuaian tata letak ruang sekolah, tinggi bedeng yang ergonomis memudahkan siswa merawat tanaman, media tanam lebih terjaga karena terpisah dari tanah dasar, dan risiko genangan air saat musim hujan dapat diminimalkan.
Kegiatan selanjutnya akan dilanjutkan dengan penyusunan konsep dan desain edible garden berdasarkan hasil survei lapangan serta masukan dari pihak sekolah. Melalui program ini, IPB University berharap dapat memperkenalkan praktik pertanian kepada siswa sejak dini, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih hijau dan aplikatif di SMP IT ABN Bogor.
Editor : Eka Rahmawati