Gandeng CBN dan Digdaya, SMK Budi Luhur Perkuat Akses Siswa ke Industri Kreatif Digital

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 11:53 WIB
SMK Budi Luhur Tangerang saat audensi dengan CBN dan Digdaya.
SMK Budi Luhur Tangerang saat audensi dengan CBN dan Digdaya. 

RADAR BOGOR — SMK Budi Luhur Tangerang membuka peluang kerja sama dengan PT Cyberindo Aditama (CBN) dan PT Digdaya Duta Digital (Digdaya) untuk memperluas kesempatan siswa mengenal teknologi, dunia industri, hingga pengembangan dan distribusi karya kreatif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempersempit kesenjangan antara proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan industri, khususnya dalam menyiapkan talenta pendidikan vokasi di tengah perkembangan teknologi digital dan industri kreatif yang semakin pesat.

Penjajakan kerja sama dilakukan melalui audiensi SMK Budi Luhur dengan CBN di Jakarta, Senin 14 September 2026). 

Pertemuan tersebut mempertemukan institusi pendidikan vokasi dengan perusahaan yang memiliki bidang usaha di sektor konektivitas, infrastruktur digital, teknologi, dan industri kreatif.

Audiensi tersebut dihadiri Chief Operating Officer PT Digdaya Duta Digital Harry Dharma Setiawan; Strategic Education Alliances Department Head PT Cyberindo Aditama Achmad Yahya Sjarifuddin.

Kemudian Unit Head of Enterprise Business PT Cyberindo Aditama Nurliana Effendi; Enterprise Business Account Manager PT Cyberindo Aditama Adinda Z Fianda. 

Baca Juga: Dapur Rumah Makan Padang di Pasar Gunung Batu Bogor Terbakar

Kepala Sekolah SMK Budi Luhur Joko Waluyo; Kepala Program Broadcast TV SMK Budi Luhur Agus Fazriansyah; GM Sales & Marketing Medcom.id Rio Dasanof; serta Founder topublisher.id Tony Prasetyo.

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan pengembangan Bluvocation Creative Festival (BCF) 2026.

Program tahunan berbasis Proyek Kreatif Kewirausahaan (PKK) tersebut kini memasuki penyelenggaraan tahun ketiga.

Melalui BCF, para siswa memperoleh ruang untuk menghasilkan karya kreatif yang tidak sekadar menjadi bagian dari penilaian pembelajaran.

Karya tersebut diarahkan melalui tahapan produksi yang dibuat semakin mendekati proses dan standar kerja di industri.

Pada puncak BCF 2026 mendatang, direncanakan terdapat pemutaran film dan animasi hasil karya siswa di bioskop komersial.

Rencana ini diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi siswa jurusan Broadcasting dan Animasi, terutama dalam memahami proses produksi sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Menghubungkan Pembelajaran Sekolah dengan Industri

Rencana kolaborasi SMK Budi Luhur bersama CBN dan Digdaya tidak hanya diarahkan untuk mendukung pelaksanaan BCF 2026.

Pembahasan juga mencakup kemungkinan membangun ekosistem pembelajaran yang mempertemukan pendidikan, teknologi, praktisi industri, serta karya kreatif yang dihasilkan siswa.

Dari pihak CBN, peluang kerja sama mencakup penguatan digitalisasi pendidikan melalui penyediaan infrastruktur konektivitas, digital lab, CBN LMS, Zoom Workplace for Education, hingga sistem asesmen potensi dan wellbeing siswa.

Baca Juga: Hari Ini 17 September 2026, BPNT Rp600 Ribu Masuk Rekening Mandiri KKS Terbitan Baru

CBN juga membuka kesempatan bagi praktisi dari CBN Group untuk terlibat dalam kegiatan berbagi pengetahuan, peningkatan kompetensi digital, serta penjajakan program magang.

Selain itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan operasional sekolah turut menjadi bagian yang dibahas.

Sementara dari sisi Digdaya, ruang kolaborasi dapat dikembangkan melalui sektor creative and content serta platform OTT.

Kedua lini tersebut dinilai memiliki peluang untuk mendukung produksi, kurasi, hingga kemungkinan distribusi karya kreatif yang dibuat siswa.

“Kami melihat kesesuaian yang jelas antara kompetensi siswa SMK Budi Luhur dan kebutuhan industri kreatif digital. Yang menarik adalah bagaimana karya siswa dapat memiliki perjalanan yang lebih panjang setelah diproduksi," ujar Chief Operating Officer PT Digdaya Duta Digital Harry Dharma Setiawan di sela-sela audiensi, Senin 14 September 2026.

"Melalui lini creative and content dan platform OTT yang kami kelola, terdapat peluang agar karya-karya tersebut dapat dikurasi dan dikembangkan untuk masuk ke kanal distribusi yang relevan, sehingga tidak berhenti sebagai tugas sekolah,” tambahnya.

Menurut Harry, keterlibatan dunia industri sejak siswa masih berada dalam tahap pendidikan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai standar produksi, kebutuhan pasar, serta perkembangan teknologi yang tengah memengaruhi industri kreatif.

Bagi CBN, transformasi pendidikan tidak sebatas pada pemakaian perangkat dan teknologi digital.

Lebih jauh, teknologi dapat menjadi fondasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia industri.

CBN Education Program berangkat dari keyakinan bahwa institusi pendidikan merupakan salah satu simpul penting dalam pembentukan masyarakat digital.

Baca Juga: Pergantian Menkeu Pengaruhi Pencairan TPG September 2026? Simak Penjelasannya

"Karena itu, kolaborasi dengan SMK Budi Luhur kami arahkan tidak hanya pada konektivitas, tetapi pada ekosistem yang mencakup dukungan infrastruktur dan digital lab, keterlibatan praktisi CBN Digital Ecosystem dalam knowledge sharing, serta penjajakan program magang dan digitalisasi berbasis AI bagi siswa maupun sekolah,” kata Strategic Education Alliances Department Head PT Cyberindo Aditama Achmad Yahya Sjarifuddin.

Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan tantangan pendidikan vokasi yang semakin membutuhkan pembekalan kompetensi sesuai perkembangan teknologi sekaligus kebutuhan dunia industri.

SMK Budi Luhur Dorong Karya Siswa Masuk Industri

Bagi SMK Budi Luhur, keterlibatan perusahaan dalam proses pendidikan memiliki arti penting.

Kerja sama dengan industri diharapkan dapat membuat proses pembelajaran sekaligus produksi karya siswa memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan kondisi profesional di lapangan.

“Kami mengajukan audiensi ini karena siswa vokasi perlu mendapatkan pengalaman nyata bahwa karya mereka dapat memiliki standar dan ruang di industri," ujar Kepala Sekolah SMK Budi Luhur Joko Waluyo.

BCF bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi bagaimana siswa belajar melalui proses produksi, mendapatkan masukan dari praktisi, dan melihat karya mereka diapresiasi oleh publik.

"Dukungan ekosistem CBN Group akan membantu memperkuat kualitas produksi sekaligus memperluas peluang BCF 2026,” tuturnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan mengenai bentuk kerja sama.

Selanjutnya, para pihak akan merumuskan ruang lingkup kolaborasi secara lebih konkret, termasuk kemungkinan menyusun nota kesepahaman atau MoU pada tahap berikutnya.

Kolaborasi SMK Budi Luhur, CBN, dan Digdaya diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk keterhubungan yang semakin erat antara pendidikan vokasi, teknologi digital, dan industri kreatif.

Baca Juga: Kemarau Bikin Warga Rumpin Bogor Kesulitan Air, TNI AU Turun Tangan

Melalui pola tersebut, siswa diharapkan tidak hanya ditempatkan sebagai pengguna teknologi.

Mereka juga didorong menjadi kreator yang mampu menghasilkan karya kreatif yang dapat dinikmati publik sekaligus memiliki peluang untuk berkembang di ekosistem industri.

Dalam pelaksanaan maupun publikasi program, SMK Budi Luhur juga akan menggandeng sejumlah mitra media, di antaranya Medcom.id, Metrotvnews.com, dan Bantentoday.id.

Keterlibatan media tersebut ditujukan untuk memperluas eksposur terhadap karya serta berbagai aktivitas siswa dalam Bluvocation Creative Festival (BCF) 2026. (***)

Editor : Yosep Awaludin
kreatif SMK Budi Luhur industri