Desain Helm Bertema Biota Laut Antar Siswa SMPN 16 Kota Bogor Raih Juara

Dede Supriadi • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 17:08 WIB
Presiden Direktur MCI Yamakawa Kazuhiko menyerahkan penghargaan program “Helm Saya - Kontes Desain Helm AI” yang menyasar pelajar SMP di Bogor sebagai bagian dari edukasi keselamatan berkendara. (Dede/Radar Bogor)
Presiden Direktur MCI Yamakawa Kazuhiko menyerahkan penghargaan program “Helm Saya - Kontes Desain Helm AI” yang menyasar pelajar SMP di Bogor sebagai bagian dari edukasi keselamatan berkendara. (Dede/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Helm tak lagi sekadar perlengkapan keselamatan berkendara. Di tangan pelajar SMP di Bogor, helm justru diubah menjadi media berekspresi sekaligus pintu masuk untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak usia dini.

Hal itu tergambar dalam program “Helm Saya - Kontes Desain Helm AI” yang digagas PT Mitrapacific Consulindo International (MCI) bersama Hiroto Motor. Program tersebut memadukan edukasi keselamatan lalu lintas dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif.

Kontes desain helm itu menyasar pelajar SMP di wilayah Bogor. Para peserta diberi kesempatan merancang helm sesuai kreativitas dan minat masing-masing dengan memanfaatkan teknologi AI. Desain terbaik nantinya tidak hanya menjadi karya digital, tetapi diproduksi menjadi helm sebenarnya dan ditampilkan kepada publik.

Presiden Direktur MCI, Yamakawa Kazuhiko, menjelaskan program tersebut dilatarbelakangi perhatian terhadap keselamatan generasi muda, khususnya pelajar yang sehari-hari memiliki mobilitas menggunakan sepeda motor.

Baca Juga: Sekolah Pascasarjana Unpak Bogor Miliki Prodi Magister Akuntasi, Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

Menurutnya, masa SMP menjadi periode penting untuk membangun kebiasaan keselamatan berkendara sebelum aktivitas dan mobilitas anak semakin luas.

Kekhawatiran terkait penggunaan helm juga muncul dari komunikasi dengan guru dan orang tua siswa. Sebab, sepeda motor masih menjadi salah satu sarana utama yang digunakan untuk mengantar dan menjemput pelajar ke sekolah.

Melalui program tersebut, MCI dan Hiroto Motor mencoba pendekatan berbeda. Helm tidak hanya diperkenalkan sebagai kewajiban, tetapi dibuat menjadi sesuatu yang disukai dan dianggap sebagai bagian dari gaya anak muda.

Harapannya, pengalaman mendesain helm kesukaan sendiri dapat mendorong siswa menggunakan helm secara lebih sadar dan sukarela ketika berkendara, termasuk saat menggunakan sepeda motor maupun sepeda listrik.

Program “Helm Saya” telah digelar di empat sekolah, yakni SMPN 16 Kota Bogor pada 22 Juni, SMPN 1 Babakan Madang pada 29 Juli, SMPN 1 Ciomas pada 28 Agustus, dan SMPN 3 Ciomas pada 11 September 2026.

Respons para siswa pun cukup positif, berdasarkan survei yang dilakukan dalam program tersebut, seluruh siswa atau 100 persen responden menyatakan kegiatan itu menyenangkan dan membuat mereka tertarik mengikuti kontes desain lainnya.

Sebanyak 96 persen siswa mengaku kegiatan mendesain helm meningkatkan kesadaran mereka terhadap keselamatan berkendara. Kemudian 91 persen menyatakan ingin selalu menggunakan helm yang mereka desain sendiri.

Sementara itu, 87 persen siswa tertarik menggunakan helm sebagai bagian dari gaya mereka. Adapun 78 persen merasa terbantu dengan teknologi AI karena dapat membuat ilustrasi sesuai dengan konsep helm yang mereka inginkan.

Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Levita Nuraulia Azzahra, siswi kelas VIII SMPN 16 Kota Bogor. Ia mengaku sudah menyukai desain sebelum mengikuti kontes tersebut.

Levita memilih tema biota laut sebagai inspirasi desainnya. Ketertarikannya terhadap laut, khususnya lumba-lumba, membuatnya menjadikan alam sebagai sumber ide untuk menghias helm.

Menariknya, kontes tersebut menjadi pengalaman pertama Levita menggunakan AI untuk membantu proses desain.

“Belum, baru pertama kali,” ujar Levita ketika ditanya mengenai pengalamannya menggunakan AI.

Meski baru pertama kali, Levita mengaku tertarik kembali mengikuti kegiatan serupa apabila kembali digelar.

Sementara itu, pengalaman serupa dialami Syifa Fauziah Sururi, siswi kelas IX SMPN 1 Babakanmadang. Ia mengaku terkejut setelah dinyatakan sebagai salah satu pemenang karena baru pertama kali mendesain helm.

Syifa mengambil inspirasi dari bunga-bunga khas Indonesia dalam rancangan helmnya. Salah satu elemen yang digunakannya adalah bunga bangkai.

Ia mengatakan kecintaannya terhadap bunga menjadi alasan utama memilih tema tersebut.

Selain respons siswa, program ini juga mendapat tanggapan positif dari orang tua dan guru. Salah satu orang tua menilai kegiatan tersebut memberikan alasan untuk mempertimbangkan kembali izin kepada anaknya bepergian ke sekolah secara mandiri.

Melihat respons tersebut, MCI berencana mengembangkan “Helm Saya” menjadi program berbasis Online Salon yang dapat menjangkau pelajar di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan pendekatan kreativitas dan teknologi AI, program ini diharapkan tidak berhenti pada kompetisi desain, tetapi berkembang menjadi sarana edukasi untuk membangun kebiasaan keselamatan berkendara di kalangan generasi muda.(ded)

Editor : Eka Rahmawati
bogor SMPN 16 juara