Penuhi Gizi Protein Hewani, Mahasiswa IPB Kenalkan Budidaya Ayam Petelur ke Warga Prasejahtera

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 22:07 WIB
Pelatihan budidaya ayam petelur dalam program SWAKARYA 2026 digelar mahasiswa IPB University bersama Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra Bogor. (Dok. Panitia)
Pelatihan budidaya ayam petelur dalam program SWAKARYA 2026 digelar mahasiswa IPB University bersama Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra Bogor. (Dok. Panitia)

RADAR BOGOR — Mahasiswa IPB University mendorong pemenuhan gizi protein hewani bagi masyarakat prasejahtera melalui pelatihan budidaya ayam petelur. Program tersebut menyasar masyarakat binaan Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra Bogor.

Program bertajuk SWAKARYA 2026 itu digelar Tim Petern-Aksi bersama Departemen Kesejahteraan Mahasiswa dan Sosial Masyarakat Himpunan Mahasiswa Vokasi Peternakan (HMPV) IPB University di Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra Bogor, Sabtu, 26 September 2026.

Kegiatan mengusung tema “Aksi Swakarya: Menetas Harapan, Menuai Masa Depan”. Program ini dirancang untuk mengenalkan budidaya ayam petelur sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan protein hewani sekaligus mendorong kemandirian pangan masyarakat.

Baca Juga: BRI Peduli Beri Bantuan Sepeda kepada Siswa SD Barunawati, Wujudkan Mimpi Masa Kecil Mahesa

Ketua Pelaksana SWAKARYA 2026, Luthfi Suhada, mengatakan kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan. Peserta juga mendapat pengetahuan dan praktik agar dapat memahami pengelolaan ayam petelur secara mandiri.

"Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar edukasi yang menghadirkan dosen Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak IPB University, Siti Mawwaddah," ujarnya.

Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik lapangan yang dipandu Tim Petern-Aksi. Peserta diperkenalkan dengan sistem kandang baterai yang disertai instalasi air minum otomatis atau nipple.

Mereka juga mendapat materi mengenai biosecurity, sanitasi kandang, pemeliharaan ternak, pemberian pakan, hingga pengelolaan kesehatan ayam.

Dalam praktik tersebut, peserta dikenalkan dengan 12 ekor ayam petelur siap bertelur berusia sekitar 18 minggu. Peserta juga mendapat pemahaman mengenai pemberian pakan pada fase pre-lay dan layer.

Selain pemeliharaan, peserta dibekali pengetahuan mengenai manajemen penyimpanan telur. Materi ini diarahkan agar hasil produksi dapat dikelola dengan baik untuk mendukung pemenuhan gizi dan keberlanjutan program

"Program tersebut menyasar sekitar 36 peserta binaan Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra Bogor. Mereka terdiri dari 15 anak yatim piatu, satu anak putus sekolah, 10 anak jalanan, serta 10 anak dari keluarga kurang mampu atau dhuafa," jelasnya.

Luthfi mengatakan, kolaborasi mahasiswa, akademisi, dan lembaga sosial diharapkan dapat membentuk pola pemberdayaan yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan unit instalasi kandang baterai beserta ayam petelur secara simbolis kepada pihak Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra Bogor.

Melalui program tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mengenal budidaya ayam petelur secara teori. Mereka juga memiliki fasilitas awal untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam pengelolaan ternak dan pemenuhan kebutuhan pangan berbasis komunitas. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
ipb gizi budidaya