RADAR BOGOR — SMA Kosgoro Bogor mulai menguji coba teknologi Face Recognition (FR) sebagai sistem pendukung pencatatan kehadiran murid di sekolah.
Uji coba tersebut mulai dilakukan pada Senin, 28 September 2026 sebagai bagian dari upaya sekolah memanfaatkan teknologi untuk membangun sistem pengelolaan pendidikan yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data.
Menariknya, Face Recognition tidak langsung menggantikan sistem fingerprint yang selama ini digunakan. Teknologi pengenalan wajah tersebut diterapkan sebagai pelengkap sistem presensi yang sudah berjalan.
Baca Juga: Lewat Makan Bersama, SMK Ash Shoheh 2 Citeureup Bogor Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat
Face Recognition merupakan teknologi biometrik yang mampu mengenali atau memverifikasi identitas seseorang berdasarkan karakteristik unik pada wajah.
Di SMA Kosgoro Bogor, teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu pencatatan kehadiran murid sekaligus memudahkan sekolah memantau data secara lebih tertib.
Berawal dari Presensi Salat Berjamaah
Penggunaan Face Recognition di SMA Kosgoro Bogor sebenarnya bukan hal baru.
Baca Juga: Aktifkan IKD, Cek 7 Bantuan yang Masuk Sistem Bansos Digital 2026
Sebelumnya, teknologi tersebut telah digunakan untuk membantu mencatat keikutsertaan murid dalam kegiatan salat berjamaah di sekolah.
Data yang diperoleh kemudian dapat membantu wali kelas mengetahui keterlibatan murid sekaligus menjadi bahan pembinaan yang lebih objektif.
Kini, pemanfaatan teknologi tersebut diperluas untuk mendukung pencatatan kehadiran murid secara umum.
Kepala SMA Kosgoro Bogor, Dr. Herman Lasrin, mengatakan pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah tidak semata-mata mengikuti perkembangan zaman.
Baca Juga: Le Samping Pamijahan Bogor, Penginapan Saung Bambu di Pinggir Sungai dengan View Sawah
Menurutnya, teknologi harus mampu memberikan manfaat nyata terhadap kualitas layanan pendidikan.
“Teknologi bagi kami bukan tujuan, melainkan alat untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik. Face Recognition kami kembangkan secara bertahap, mulai dari pencatatan salat berjamaah dan sekarang diuji coba untuk mendukung presensi murid,” ujar Herman.
Ia berharap penerapan teknologi tersebut dapat menghasilkan data kehadiran yang lebih akurat sekaligus membantu wali kelas dalam melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap murid.
Data Kehadiran Jadi Dasar Pembinaan
Baca Juga: Tiket Kereta Api Diskon 81 Persen Mulai Diburu, Ini Syarat dan Cara Belinya
SMA Kosgoro Bogor juga mengarahkan penggunaan Face Recognition sebagai bagian dari pembangunan ekosistem sekolah berbasis data.
Dengan sistem tersebut, informasi kehadiran tidak hanya menjadi catatan administratif.
Data yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk melihat pola kedisiplinan murid sehingga sekolah bisa melakukan deteksi lebih awal apabila terdapat persoalan terkait kehadiran.
Hasil pemantauan kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan bagi wali kelas maupun pihak sekolah dalam menentukan tindak lanjut dan pembinaan.
Meski demikian, penerapan Face Recognition masih dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Tembus 4 Besar! Tim Futsal SMK Amaliah 1 dan 2 Ciawi Raih Prestasi di Sport Event Organizer Bogor
Sekolah akan terus mengevaluasi keandalan sistem sekaligus memastikan tata kelola penggunaannya berjalan dengan baik.
Keamanan Data Murid Jadi Perhatian
Pengembangan teknologi biometrik juga membuat aspek keamanan dan perlindungan data murid menjadi perhatian sekolah.
Karena itu, penerapan sistem akan terus dikaji agar pemanfaatan teknologi tetap berjalan sesuai kebutuhan sekolah dan memperhatikan tata kelola data.
Herman menegaskan bahwa transformasi digital di sekolah tidak harus selalu dimulai dari teknologi yang besar.
Baca Juga: Cacor, Ganda Campuran Bulu Tangkis Indonesia Gas ke Final Asian Games 2026
Menurutnya, inovasi dapat dikembangkan dari kebutuhan sehari-hari dan diarahkan untuk memperkuat kedisiplinan, pembiasaan positif, pelayanan, serta pendampingan terhadap murid.
“Kami ingin teknologi semakin mendekatkan sekolah pada kebutuhan murid. Data membantu kami melihat, tetapi sentuhan manusia tetap menjadi bagian terpenting dalam mendidik,” pungkasnya.
Dengan uji coba ini, SMA Kosgoro Bogor menjadi salah satu sekolah yang mulai mengembangkan pemanfaatan teknologi pengenalan wajah tidak hanya untuk administrasi kehadiran, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pembinaan murid berbasis data.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga