Unida Bogor Tembus Uzbekistan, Gandeng 2 Kampus dan Kirim Dosen Jadi Pengajar Tamu

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 14:07 WIB
Kerja sama Unida Bogor dengan Uzbekistan. Foto: Dok Unida
Kerja sama Unida Bogor dengan Uzbekistan. Foto: Dok Unida

RADAR BOGOR – Universitas Djuanda (Unida) Bogor memperluas jejaring akademiknya ke Asia Tengah. Melalui kunjungan ke Uzbekistan, Unida menjalin kerja sama dengan dua perguruan tinggi sekaligus menghadirkan akademisinya sebagai dosen tamu di Tashkent State University of Law (TSUL).

Rangkaian agenda internasional tersebut berlangsung pada Kamis, 24 September 2026 di Tashkent, Uzbekistan. Delegasi Unida Bogor menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Tashkent University of Human Sciences dan University of Exact and Social Sciences.

Delegasi dipimpin Chancellor Unida Bogor Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H., bersama Rektor Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I., Staf Khusus Chancellor Bidang Internasional Assoc. Prof. Dr. Radif Khotamir Rusli, M.Ed., M.C.E., serta Wakil Rektor II Assoc. Prof. Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I.

Baca Juga: Cara Mengatur Sorot Lampu Mobil agar Tak Menyilaukan, Ini Aturan dan Batasnya

Kerja sama dengan kedua kampus Uzbekistan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, publikasi, mobilitas mahasiswa dan dosen hingga penyelenggaraan konferensi internasional.

Gandeng Kampus Uzbekistan, Buka Peluang Student Exchange

Kunjungan pertama dilakukan ke Tashkent University of Human Sciences. Delegasi Unida diterima Rektor Sabirov Qaxramon Bektursun o'g'li beserta jajaran pimpinan dan Kantor Internasional.

Melalui MoU yang ditandatangani, kedua perguruan tinggi sepakat membuka peluang student mobility, student exchange, visiting lectures, konferensi internasional, serta riset dan publikasi bersama.

Baca Juga: Indonesia Tambah 2 Medali Asian Games 2026, Fajar-Fikri dan Alwi Farhan Raih Perunggu

Chancellor Unida Prof. Dr. H. Martin Roestamy mengatakan kerja sama internasional harus diarahkan pada program yang konkret dan berkelanjutan.

“Kerja sama ini diharapkan menjadi jembatan bagi Unida dan Tashkent University of Human Sciences untuk mengembangkan berbagai kolaborasi akademik yang lebih konkret dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak mahasiswa dan dosen Unida memperoleh kesempatan belajar, bertukar gagasan, melakukan penelitian, serta membangun jejaring akademik di tingkat global.

Perluas Jejaring ke University of Exact and Social Sciences

Baca Juga: Hanggar di Jalan Nyi Raja Permas Kota Bogor Dibangun Tahun Ini, Siap Tampung 800 Pedagang

Agenda berikutnya berlanjut ke University of Exact and Social Sciences. Delegasi Unida disambut Rektor Batirov Golibjon Isroilovich bersama jajaran pimpinan dan tim kerja sama internasional.

MoU yang diteken kembali membuka peluang kolaborasi di bidang mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen, visiting lecture, konferensi internasional, serta penelitian dan publikasi bersama.

Rektor Unida Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah mengatakan kemitraan tersebut menjadi kesempatan bagi sivitas akademika untuk mendapatkan pengalaman akademik di lingkungan internasional.

“Kerja sama ini memberikan ruang yang luas bagi sivitas akademika Unida untuk terlibat dalam berbagai program internasional, mulai dari student mobility, student exchange, visiting lectures, hingga kolaborasi penelitian dan publikasi,” katanya.

Baca Juga: Uang Rp1,5 Miliar Sudah Disita, Kasus Dugaan Korupsi Pemkab Bogor Belum Juga Ada Tersangka

Tiga Akademisi Unida Jadi Dosen Tamu di TSUL

Tak hanya menandatangani kerja sama, kunjungan Unida ke Uzbekistan juga diisi aktivitas akademik secara langsung.

Tiga akademisi Unida hadir sebagai dosen tamu di Tashkent State University of Law (TSUL) dan menyampaikan materi sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Prof. Dr. H. Martin Roestamy membawakan materi “Filsafat Hukum Pancasila: Perbandingan Antara Ideologi Indonesia dan Uzbekistan.” Materi tersebut membahas perbandingan nilai dasar negara, ideologi, serta pengaruhnya terhadap pembentukan sistem hukum di Indonesia dan Uzbekistan.

Baca Juga: Cara Kirim Nilai PMM ke e-Kinerja BKN dan Cetak Dokumen SKP Triwulan 3 2026

Sementara itu, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah menyampaikan materi mengenai strategi bimbingan dan konseling bagi remaja berbasis perbedaan kultur budaya dan akar peradaban di Indonesia.

Menurutnya, pemahaman terhadap latar budaya dan lingkungan sosial penting dalam menentukan pendekatan bimbingan dan konseling bagi remaja.

Adapun Assoc. Prof. Zahra Khusnul Lathifah membawakan materi “Membangun Budaya Mutu Pendidikan di Perguruan Tinggi Berbasis Keanekaragaman.”

Ia menekankan pentingnya membangun budaya mutu sebagai bagian dari kehidupan akademik melalui tata kelola, pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, serta evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga: PTA NISKALA Sangkuriang Dayang Sumbi SMAN 7 Kota Bogor Jadi Ajang Bentuk Karakter Siswa

UNIDA Perkuat Koneksi Akademik Global

Rangkaian kunjungan ke Uzbekistan menjadi salah satu langkah Unida dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi.

Kerja sama dengan dua kampus Uzbekistan serta keterlibatan akademisi Unida sebagai dosen tamu di TSUL membuka peluang lebih luas untuk pengembangan pendidikan, riset, publikasi, mobilitas mahasiswa dan dosen, hingga pertukaran pengetahuan lintas negara.

Melalui jejaring tersebut, Unida Bogor berupaya memberikan lebih banyak ruang bagi sivitas akademika untuk mendapatkan pengalaman global sekaligus membawa perspektif akademik Indonesia ke lingkungan pendidikan tinggi internasional.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor UNIDA uzbekistan