RADAR BOGOR - Dosen IPB University mendorong warga Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, memanfaatkan sampah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan pertanian dan urban farming di lingkungan masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangkaian Program PRIME STeP 2026 ECO-CREATE Bogor pada Kamis, 17 September 2026 dan Rabu, 23 September 2026. Program tersebut mengusung pengelolaan lingkungan inklusif berbasis circular economy untuk pengembangan komunitas di Kelurahan Mulyaharja.
Dalam rangkaian kegiatan itu, Tim PRIME STeP IPB 2026 memberikan pelatihan pembuatan POC sekaligus melakukan monitoring kegiatan ECO-CREATE.
Baca Juga: IPB University Latih Warga Sukarame Pandeglang Restorasi Padang Lamun
Masyarakat diajak mengolah bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya.
Ketua Tim PRIME STeP IPB 2026, Doni Sahat Tua Manalu, mengatakan sampah organik di Mulyaharja memiliki potensi untuk dimanfaatkan jika dikelola dengan tepat. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik.
“Kami melakukan pendampingan ini dalam upaya meningkatkan keterampilan masyarakat Mulyaharja agar dapat menciptakan produk dari limbah organik yang ada,” ujar Doni.
Dalam pelatihan tersebut, Andini Tribuana Tunggadewi menyampaikan materi mengenai pembuatan POC. Materi mencakup pemanfaatan bahan organik hingga tahapan pengolahan menjadi pupuk.
Warga kemudian mengikuti praktik pembuatan POC secara langsung. Proses tersebut memanfaatkan bioaktivator Bio-Ampulle Mulyaharja sebagai bagian dari pengolahan bahan organik.
“Pembuatan POC ini memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar dengan bantuan bioaktivator Bio-Ampulle Mulyaharja. Melalui praktik langsung, masyarakat diharapkan dapat memahami tahapan pembuatannya dan menerapkannya secara mandiri,” kata Andini.
Selain praktik pembuatan POC, rangkaian kegiatan juga diisi materi mengenai peluang bisnis bioaktivator dan pupuk. Materi tersebut disampaikan Roni Kartiman dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Roni menjelaskan jenis-jenis pupuk, pendaftaran pupuk, hingga aspek penjualan. Ia juga memaparkan sejumlah persyaratan terkait kandungan dan parameter mutu POC apabila produk tersebut dikembangkan untuk dipasarkan.
“Pemanfaatan bahan organik menjadi Pupuk Organik Cair tidak hanya dapat mendukung kegiatan budidaya, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi. Jika akan dikembangkan untuk dipasarkan, tentu perlu memperhatikan mutu dan persyaratan yang berlaku,” ujar Roni.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan monitoring ECO-CREATE untuk melihat perkembangan penerapan hasil pendampingan sebelumnya. Tim PRIME STeP IPB berdiskusi bersama masyarakat mengenai penerapan pengetahuan, pemanfaatan hasil pelatihan, serta kendala yang masih dihadapi.
Monitoring tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi untuk melihat peluang pengembangan pengelolaan bahan organik dan urban farming di Mulyaharja.
Program PRIME STeP 2026 ECO-CREATE melibatkan Doni Sahat Tua Manalu, Andini Tribuana Tunggadewi, Wiranda Intan Suri, Kharisma Fitri Hapsari, dan Roza Yusfiandayani.
Kegiatan tersebut juga didukung asisten dan mahasiswa IPB University, yakni Muhammad Tsaqiful Rasyid, Fauzaan Fadhlurrohman Madyananda, Najma Rania Putri Ramadhina, Melinda Firda Asrianti, Rosa Rina, Faishal Amri, dan Melsella Agustin. Pemerintah Kelurahan Mulyaharja turut terlibat dalam kegiatan tersebut. (uma)
Editor : Eka Rahmawati