Cegah Hipertensi, Dosen IPB Sulap Rumput Laut Jadi Garam Sehat

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 17:12 WIB
Prof Nurjanah, Dosen IPB University yang membuat inovasi garam rumput laut (Fauzan/Radar Bogor)
Prof Nurjanah, Dosen IPB University yang membuat inovasi garam rumput laut (Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Hipertensi atau darah tinggi jadi salah satu hal menakutkan di Kota Bogor. Setiap tahun, pengidapnya tercatat terus mengalami kenaikan.

Berbagai inovasi untuk menekan penyakit hipertensi terus dilakukan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Dosen IPB University, Prof Nurjanah.

Bersama sejumlah, mahasiswanya, Nurjanah berhasil menyulap rumput laut, menjadi bahan dasar garam yang dinilai lebih sehat.

Inovasi itu bermula dari usulan rekannya yang juga sebagai dokter. Ia bercerita kalau hipertensi jadi salah satu penyakit yang paling banyak pengidapnya.

Baca Juga: Dosen IPB Kolaborasi dengan Warga Mulyaharja Bogor Manfaatkan Sampah Organik Jadi POC

“Pengidap hipertensi berasal dari berbagai kalangan. Kata dia, diluar negeri itu sudah ada garan sehat, namanya seasalt, dia minta saya buat juga,” jelas Nurjanah.

Nurjanah sempat menolaknya. Namun ia juga penasaran dan mencari referensi ususlan tersebut. Hingga satu waktu ia berjumpa dengan tulisan McKinnon.

“Dia sudah membuat garam rumput laut ini. Ternyata pembuatannya juga simpel. Sejak itu kami buatlah garam ini,” terang Nurjanah ditemui Radar Bogor.

Rumput laut yang diolah bukan sembarangan. Nurjanah melakukan banyak riset sebelum akhirnya menentukan pilihan yang tepat. 

“Sampai saat ini yang sudah komersial, sudah jadi, itu dari dua jenis yaitu rumput laut cokelat yang Sargassum dan juga rumput laut hijau dari Ulva,” jelas Nurjanah

Dengan bahan dasar itu, garam hasil olahan Nurjanah diklaim lebih sehat. Kandungan natrium klorida (NaCI) disebut jauh lebih rendah. 

“Sesuai ketentuan WHO bahwa garam NaCI nya maksimum 60 persen. Ternyata hasil riset saya tidak ada yang sampai 60 persen,” ungkapnya. 

Garam olahan Nurjanah juga mengandung unsur mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Misalnya magensiun dan prekursor untuk meningkatkan hormon happy.

“Orang jadi tidak manyun belum lagi ada zinc untuk meningkatkan stamina, belum lagi selenium, ada iodium,” beber Nurjanah, Selasa, 29 September 2026.

Rasa garam rumput laut inu punya ciri khas. Bahan penyedap ini mengandung rasa umami yang cocok untuk dikonsumsi bagi pengidap hipertensi.

“Ya aman untuk orang yang hipertensi. Selain orang hipertensi, orang sehat pun juga nggak ada masalah, bagus juga,” kata Nurjanah di IPB University.

Proses pembuatan garam tersebut dimulai dengan mencuci rumput laut menggunakan air laut. Setelah bersih, dikeringkan dan dihancurkan hingga menjadi bubuk.

Bubuk tersebut kemudian dilarutkan dengan air dan disaring. Hasil saringan atau filtrat inilah yang selanjutnya diolah menjadi garam.

Proses pembuatan garam sehat ini mengusung konsep zero weste. Semua rumput laut yang menjadi residu masih dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

“Bisa sebagai bahan baku untuk pupuk, bahkan bisa juga untuk pangan, bahan kosmetik, sehingga menerapkan prinsip zero waste,” terang Nurjanah.

Dalam penggunaannya, garam rumput laut lebih baik ditaburkan setelah makanan selesai dimasak. Cara ini bertujuan untuk menjaga kandungan antioksidannya. 

Selama bisa ditaburkan setelah siap saji itu jauh lebih baik karena nggak rusak kan. Karena kan ini ada antioksidannya, ada komponen bioaktif, ada seratnya,” pungkasnya. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
ipb garam dosen hipertensi