RADAR BOGOR – Upaya menekan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Bogor terus dilakukan melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan, keagamaan, dan kepemudaan.
Salah satunya dilakukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM Citra Karya Prestasi (CKP) di Kecamatan Babakan Madang.
PKBM CKP membuka akses pendidikan nonformal bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk para santri yang tinggal di pondok pesantren.
Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu anak yang belum atau tidak lagi mengenyam pendidikan formal agar tetap memperoleh kesempatan belajar.
Dalam pelaksanaannya, PKBM CKP menggandeng sejumlah lembaga keagamaan dan kepemudaan.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) serta meningkatkan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Bansos Triwulan IV, Saldo Susulan Rp600 Ribu Cair bagi KPM Turun Desil
Langkah tersebut sejalan dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 29 Tahun 2025 dan Surat Edaran Bupati Bogor Nomor 100.34.2/1018-DISDIK tentang penanganan Anak Tidak Sekolah.
Kebijakan tersebut mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan ATS, termasuk tokoh agama serta pengelola pondok pesantren.
Kepala PKBM Citra Karya Prestasi, Endri Irawan, mengatakan program pendidikan gratis bagi masyarakat dari keluarga prasejahtera sebenarnya telah dijalankan pihaknya sejak lama melalui program Nol Rupiah.
Menurutnya, PKBM CKP berupaya memperluas kolaborasi dengan pondok pesantren, khususnya pesantren yang membina anak yatim dan santri tahfiz.
“Sebisa mungkin kami berkolaborasi dengan pesantren yatim dan tahfiz agar para santri mendapatkan pendidikan nonformal gratis dari PKBM CKP selama di pondok dan bisa lulus berijazah resmi. Ke depannya, para santri dapat melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi,” ujar Endri.
Menurut Endri, program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan akses pendidikan.
Peserta didik juga dibekali keterampilan yang diharapkan dapat menjadi modal ketika memasuki dunia kerja maupun saat ingin mengembangkan usaha secara mandiri.
PKBM CKP mengembangkan sejumlah program kewirausahaan dan keterampilan, mulai dari perkebunan, perikanan, barista, hingga English conversation.
“Kegiatan kewirausahaan PKBM CKP di antaranya perkebunan, perikanan, barista, dan English conversation. Bahasa Inggris adalah fondasi penting life skill pramuwisata dan peningkatan SDM menuju Jabar Bebas ATS di tahun 2029,” kata Endri.
Target tersebut sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mengutip laman Humas Pemerintah Daerah Jawa Barat, pemerintah provinsi menargetkan Jawa Barat menjadi provinsi pertama yang terbebas dari Anak Tidak Sekolah pada 2029.
Baca Juga: Pinggang Pegal Saat Mengemudi? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya
PKBM CKP Selesaikan Uji Kelayakan Akreditasi
Di sisi lain, PKBM Citra Karya Prestasi juga terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan nonformal.
Endri menyampaikan, PKBM CKP baru saja menyelesaikan uji kelayakan akreditasi yang dilakukan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) pada Agustus 2026.
Dalam proses tersebut, PKBM CKP turut melibatkan sejumlah lembaga yang selama ini menjadi mitra dalam penyelenggaraan kelompok belajar.
Beberapa di antaranya yakni Pondok Pesantren Tahfiz Mahad Sulthon Alislami, Pondok Pesantren Yatim Almahfudz, serta Karang Taruna Satria Sakti Desa Cijayanti.
Lembaga keagamaan dan kepemudaan tersebut menjadi bagian dari kelompok mitra yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan akreditasi PKBM CKP.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran PKBM dalam memberikan akses pendidikan kepada masyarakat, khususnya anak usia sekolah dari keluarga prasejahtera yang tidak bersekolah maupun mengalami putus sekolah.
PKBM CKP Ajak Anak Putus Sekolah Kembali Belajar
Endri juga berharap media dapat turut membantu menyebarluaskan informasi mengenai program penanganan Anak Tidak Sekolah yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Menurutnya, sosialisasi yang lebih luas penting dilakukan agar anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah maupun putus sekolah mengetahui adanya kesempatan untuk kembali melanjutkan pendidikan.
Program tersebut memungkinkan peserta didik menempuh pendidikan hingga jenjang yang setara dengan SMA melalui pendidikan nonformal.
Baca Juga: 3 Bantuan Tambahan di Akhir 2026 Selain PKH dan BPNT
Endri menjelaskan, proses pendaftaran program Nol Rupiah PKBM CKP juga relatif mudah bagi anak dari keluarga prasejahtera.
“Caranya mudah, dengan membawa SKTM dari desa atau Dinsos saat mendaftar di tahun ajaran depan, anak usia belajar dari keluarga prasejahtera bisa ikut program Nol Rupiah PKBM CKP hingga lulus,” pungkas Endri. (ded)
Editor : Yosep Awaludin