Bahasa Inggris akan Jadi Mata Pelajaran Wajib Mulai Kelas 3 SD

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 08:52 WIB
Mendikdasmen ungkap pelajaran Bahasa Inggris wajib diajarkan sejak kelas 3 SD (Youtube Universitas Pendidikan Ganesha)
Mendikdasmen ungkap pelajaran Bahasa Inggris wajib diajarkan sejak kelas 3 SD (Youtube Universitas Pendidikan Ganesha)

RADAR BOGOR - Dalam acara Konvensi Pendidikan Indonesia XII Tahun 2026, Menteri Pendidikan Menengah dan Dasar (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan kebijakan tentang Bahasa Inggris.

Mu'ti mengungkapkan, kebijakan tentang bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib akan mulai diajarkan pada tahun akademik 2027-2028 mulai kelas 3 SD.

"Dan ini juga memerlukan guru-guru bahasa Inggris yang lebih banyak lagi," lanjutnya.

Mu'ti menambahkan, kebijakan Kemendikdasmen adalah melatih guru-guru kelas untuk mampu mengajarkan bahasa Inggris pada kemampuan kemampuan basic skills of learning English.

"Yang mengedepankan pendekatan yang lebih komunikatif, pendekatan yang menggembirakan," jelasnya.

Mu'ti menerangkan, Kemendikdasmen ingin mengenalkan pengajaran bahasa dengan pendekatan yang komunikatif termasuk bahasa asing lain.

Baca Juga: PKH Validasi Cair 7 Oktober 2026, Tahap 4 Belum Cair

Mendikdasmen mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dalam berbagai kesempatan tentang pentingnya penguasaan bahasa asing.

"Terutama bahasa-bahasa yang sudah diakui sebagai bahasa oleh bahasa internasional oleh UNESCO," tuturnya.

Mu'ti juga menyampaikan coding dan AI telah menjadi mata pelajaran pilihan, walau baru ada 25% sekolah yang mengajarkan coding dan AI. 

Kemendikdasmen memberikan kebijakan bahwa coding dan AI bisa diajarkan mulai kelas 5 SD dan seterusnya sampai tingkat SLTA.
TKA 

Abdul Mu'ti juga menceritakan tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang pertama kali diselenggarakan.

"Tahun pertama peserta TKA secara keseluruhan itu 98,7% dari total murid yang ada di Indonesia. Dan tahun ini pesertanya meningkat lebih banyak lagi," imbuhnya.

Mu'ti menambahkan TKA yang tidak wajib tersebut telah menjadi salah satu instrumen yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

"Tahun ini kami akan selenggarakan kembali mudah-mudahan lebih baik lagi," ujarnya.

Mu'ti menuturkan, tes TKA telah diakui di Belanda sebagai salah satu hasil tes yang menjadi ukuran untuk penerimaan murid dari Indonesia yang kuliah di Belanda dan Hongkong.

Editor : Siti Dewi Yanti
pelajaran Bahasa Inggris Mata Pelajaran wajib kemendikdasmen