RADAR BOGOR - Sebanyak 16 guru dan tenaga kependidikan (GTK) dari Kota Bogor dan Kota Depok, mendapat kesempatan melanjutkan perjuangan dalam seleksi Apresiasi GTK 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat.
Mereka merupakan, peserta yang berhasil melewati tahapan seleksi di tingkat daerah.
Selanjutnya, para GTK tersebut akan berhadapan dengan peserta dari berbagai kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.
Baca Juga: PKH Validasi Cair 7 Oktober 2026, Tahap 4 Belum Cair, Cek Saldo
Ajang Apresiasi GTK 2026 menjadi ruang untuk memberikan penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan yang menghadirkan inovasi, menunjukkan dedikasi, melakukan transformasi, serta menghasilkan praktik baik yang berdampak terhadap dunia pendidikan.
Rangkaian apresiasi tersebut juga menjadi bagian dari momentum peringatan Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November.
Seleksi Berjenjang, Juara Jawa Barat ke Tingkat Nasional
Perjalanan peserta Apresiasi GTK 2026 berlangsung secara bertahap.
Setelah mengikuti seleksi di tingkat daerah, peserta yang dinyatakan lolos kemudian masuk dalam persaingan tingkat Provinsi Jawa Barat.
Pada tahap ini, karya dan pengalaman para peserta akan dinilai bersama GTK dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Persaingan tersebut, menjadi penting karena peserta yang meraih juara pertama pada masing-masing kategori di tingkat provinsi berhak mewakili Jawa Barat dalam seleksi tingkat nasional.
Tahun ini, masa pendaftaran Apresiasi GTK 2026 juga diperpanjang.
Jika sebelumnya pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 3 Oktober 2026, batas waktu tersebut kemudian diperpanjang hingga 10 Oktober 2026.
Perpanjangan itu, memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyelesaikan kelengkapan administrasi sekaligus mematangkan karya yang akan mereka tampilkan.
Tak hanya memenuhi dokumen persyaratan, peserta juga dituntut menyusun esai serta video inspiratif.
Baca Juga: 6 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Mobil Cepat Rusak, Pengemudi Wajib Tahu
Materi tersebut harus mampu menggambarkan inovasi, pengalaman, pengabdian, praktik baik, hingga dampak yang dihasilkan selama menjalankan tugas di lingkungan pendidikan.
6 GTK Kota Bogor Tembus Seleksi Provinsi
Dari jalur seleksi Dinas Pendidikan Kota Bogor, terdapat 6 GTK yang berhasil melangkah ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Mereka berasal dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, dengan kategori yang berbeda.
6 peserta tersebut yakni:
- Rhisna Rachmawati Yusup, Kepala SDN Pengadilan 5 Kota Bogor, kategori Apresiasi GTK Transformatif Kepala SD.
- Ade Fitriyanto Syta, Guru SDN Cibeureum 4 Kota Bogor, kategori Apresiasi GTK Transformatif Guru SD.
- Rhoma Dhona Mirda Yustanto, Guru SMPN 18 Kota Bogor, kategori Apresiasi GTK Transformatif Guru SMP.
- Ahmad Munawar, Tenaga Kependidikan SDN Gunung Gede Kota Bogor, kategori Apresiasi GTK Transformatif Tendik SD.
- Rafik Akbar, Guru SDN Pengadilan 5 Kota Bogor, kategori Apresiasi GTK Dedikatif Guru SD.
- Siti Amalia, Guru SMPN 6 Kota Bogor, kategori Apresiasi GTK Dedikatif Guru SMP.
Keberhasilan tersebut, membuat enam perwakilan Kota Bogor memiliki kesempatan untuk membawa karya dan praktik baik dari sekolah masing-masing ke panggung seleksi tingkat provinsi.
4 dari Bogor dan Depok Ikut Jalur Cabang Dinas
Selain enam peserta dari Dinas Pendidikan Kota Bogor, sebanyak 10 GTK lainnya melaju melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat yang membawahi wilayah Kota Bogor dan Kota Depok.
Kesepuluh peserta tersebut adalah:
- Annetha Novika Adnan, SMAN 5 Bogor, Kota Bogor, kategori Apresiasi GTK Transformatif Guru SMA.
- Umi Fadhilah, SMKN 2 Depok, Kota Depok, kategori Apresiasi GTK Transformatif Guru SMK.
- Yulianti Rosdian, SMAN 4 Bogor, Kota Bogor, kategori Apresiasi GTK Transformatif Kepala Sekolah SMA.
- Kusnandar, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, kategori Apresiasi GTK Transformatif Pengawas Sekolah SMA.
- Makmun Nawawi, SMKN 4 Bogor, Kota Bogor, kategori Apresiasi GTK Transformatif Tenaga Kependidikan SMK.
- Hesti Dwi Rachmawati, SMAN 10 Bogor, Kota Bogor, kategori Apresiasi GTK Dedikatif Guru SMA.
- Swasti Endriani, SMAN 9 Bogor, Kota Bogor, kategori Anugerah GTK Guru SMA.
- Enung Nurifah, SMAN 5 Bogor, Kota Bogor, kategori Anugerah GTK Kepala Sekolah SMA.
- Ujang Lukman, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, kategori Anugerah GTK Pengawas Sekolah SMA.
- Dede Iwan Sukmawijaya, SMAN 3 Bogor, Kota Bogor, kategori Anugerah GTK Tenaga Kependidikan SMA.
Dengan demikian, total 16 GTK dari wilayah Kota Bogor dan Kota Depok kini bersiap mengikuti seleksi tingkat Provinsi Jawa Barat.
Bukan Sekadar Kompetisi, Ada Dedikasi di Baliknya
Dalam Apresiasi GTK 2026, kategori Transformatif diarahkan kepada para GTK yang mampu menghadirkan perubahan melalui inovasi, pembaruan, kepemimpinan, metode pembelajaran, maupun program yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi sekolah.
Sementara itu, kategori Dedikatif lebih menitikberatkan pada perjalanan pengabdian seorang GTK.
Baca Juga: Borneo FC Tahan Buriram, Grup A ASEAN Club Championship Makin Ketat
Konsistensi, ketangguhan, komitmen, dan manfaat yang diberikan kepada peserta didik, sekolah, serta masyarakat menjadi bagian penting yang ditonjolkan.
Dua kategori tersebut, memperlihatkan bahwa perubahan di dunia pendidikan tidak hanya membutuhkan gagasan baru.
Pendidikan juga membutuhkan orang-orang yang mau bertahan, mengabdi, dan menjalankan perubahan secara konsisten.
Banyak Guru Berkarya dalam Senyap
Salah satu peserta dari Kota Bogor, Siti Amalia, Guru SMPN 6 Kota Bogor, melihat Apresiasi GTK sebagai kesempatan untuk memperlihatkan berbagai praktik baik yang selama ini dilakukan para pendidik.
Menurutnya, masih banyak guru yang bekerja tanpa banyak sorotan, tetapi terus melahirkan inovasi dan memberikan dampak bagi peserta didik.
“Ajang ini sangat positif karena menjadi ruang untuk memotret potensi guru-guru Indonesia yang luar biasa. Banyak guru yang setiap hari bekerja dalam senyap, menghadirkan inovasi, memberikan pengabdian, dan memberikan dampak bagi peserta didik. Apresiasi GTK memberikan ruang agar praktik-praktik baik tersebut dapat terlihat, dibagikan, dan menginspirasi lebih banyak orang,” ungkap Siti.
Bagi Siti, apresiasi terhadap praktik baik tersebut bukan hanya soal penghargaan.
Lebih jauh, pengalaman para guru dapat menjadi inspirasi yang kemudian dibagikan dan diterapkan di lingkungan pendidikan lainnya.
Hesti: Dedikasi Guru Tak Hanya Dibutuhkan di Pelosok
Pandangan serupa datang dari Hesti Dwi Rachmawati, guru SMAN 10 Bogor yang mengikuti kategori Apresiasi GTK Dedikatif jenjang SMA.
Hesti memandang, kategori Dedikatif memiliki kedekatan dengan perjalanan dirinya sebagai seorang guru.
Menurutnya, pengabdian seorang pendidik tidak hanya diuji ketika bertugas di daerah terpencil.
Tantangan juga dapat ditemukan di wilayah perkotaan, sehingga guru tetap membutuhkan keteguhan dan dedikasi dalam menjalankan tugasnya.
Baca Juga: Kemendikdasmen Sebut Aturan Tidak Naik Kelas Bisa Berlaku di Tahun 2027
Bagi para peserta, tahapan seleksi ini menjadi kesempatan untuk membawa cerita dari sekolah masing-masing.
Cerita tentang bagaimana sebuah gagasan dijalankan, tantangan dihadapi, dan perubahan diupayakan secara konsisten.
Membawa Nama Bogor dan Depok ke Tingkat Jawa Barat
Langkah 16 GTK dari Kota Bogor dan Kota Depok menuju seleksi provinsi bukan semata-mata tentang mengejar gelar juara.
Di balik kompetisi tersebut terdapat kesempatan untuk memperkenalkan karya, membagikan pengalaman, sekaligus memperluas praktik baik yang telah dilakukan di sekolah masing-masing.
Kini, mereka harus bersiap menghadapi peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Karya, inovasi, pengalaman, dan pengabdian yang selama ini dilakukan akan kembali diuji pada tingkat yang lebih luas.
Jika berhasil menjadi juara pertama pada kategorinya, perjalanan mereka akan berlanjut sebagai wakil Jawa Barat menuju seleksi tingkat nasional.
Baca Juga: Pasar Sasagaran Purwakarta: Jajanan Tempo Dulu, HTM Gratis
Dari ruang kelas hingga lingkungan sekolah, para GTK tersebut membawa satu pesan yang sama: perubahan pendidikan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Bogor dan Depok kini memiliki 16 wakil yang siap menunjukkan karya mereka di tingkat Jawa Barat.
Bukan hanya untuk mencari penghargaan, tetapi juga untuk memperlihatkan bahwa pengabdian guru dan tenaga kependidikan dapat memberikan dampak yang jauh lebih luas dari lingkungan sekolah tempat mereka bekerja. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti