Solidaritas Guru SMP Kota Bogor Terkumpul Rp89 Juta untuk Korban Gempa NTT

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 13:11 WIB
Penyerahan secara simbolis dana bantuan dari guru SMP di Kota Bogor untuk korban bencana di NTT. Foto: Sofiansyah/Radar Bogor
Penyerahan secara simbolis dana bantuan dari guru SMP di Kota Bogor untuk korban bencana di NTT. Foto: Sofiansyah/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Kepedulian terhadap korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan para guru SMP di Kota Bogor. Melalui gerakan solidaritas lintas sekolah, mereka berhasil menghimpun donasi sebesar Rp89 juta untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Dana tersebut berasal dari SMP negeri se-Kota Bogor, dengan tambahan bantuan dari Sekolah Bogor Raya. Donasi kemudian disalurkan melalui posko kebencanaan yang digagas Relawan SalamAid bersama Radar Bogor, Jumat, 9 Oktober 2026.

Penyerahan bantuan itu disaksikan para pimpinan dari 23 SMP negeri di Kota Bogor. Gerakan donasi guru SMP tersebut menjadi wujud kepedulian tenaga pendidik terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana gempa NTT.

Baca Juga: IPB University Siapkan Konsorsium Gambut Sirkuler, Riset Ditargetkan Jadi Solusi Nyata

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, mengatakan aksi kemanusiaan serupa bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, gerakan solidaritas juga digelar untuk membantu korban bencana di Cianjur dan Aceh.

“Dana yang terkumpul Rp89 juta itu dari SMP Negeri se-Kota Bogor. Tambahan dari Sekolah Bogor Raya. Semoga bisa disalurkan dengan baik,” ujar Herry.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar bentuk empati, melainkan juga cerminan kepedulian para guru terhadap sesama, termasuk tenaga pendidik dan masyarakat yang terdampak bencana di daerah lain.

Baca Juga: Sinkronisasi Data TPG 9 Oktober 2026, Cek Verifikasi Dapodik dan Info GTK

Herry menjelaskan, pihaknya mempertimbangkan rekam jejak lembaga penyalur sebelum menitipkan donasi. SalamAid dan Radar Bogor dipilih karena dinilai memiliki pengalaman dalam kegiatan kemanusiaan dan penanganan bencana.

“Alhamdulillah ada dari Radar Bogor dan SalamAid yang kami lihat profiling-nya, yang insyaallah akan menjaga amanah kami untuk NTT,” ucapnya.

Bukan Sekadar Teori, Guru Kota Bogor Praktikkan Kepedulian

CEO Radar Bogor, Nihrawati AS atau Ira, mengapresiasi gerakan solidaritas yang dilakukan para guru tersebut. Menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan para pendidik menjadi contoh nyata bagi para siswa.

Baca Juga: Mahasiswi Unida Bogor Juara 1 Pencak Silat Nasional, Sebriana Bidik Level Internasional

Ia menilai pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan empati melalui teori di ruang kelas. Nilai kepedulian juga perlu ditunjukkan melalui tindakan langsung, termasuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

“Bapak ibu tidak hanya memberikan secara teori kepedulian kepada saudara-saudara kita yang tertimpa bencana, tapi juga langsung mempraktikkannya,” ujar Ira.

Ia menambahkan, Radar Bogor bersama SalamAid memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan, termasuk kondisi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Karena itu, bantuan yang dihimpun diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan sesaat, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat terdampak.

Baca Juga: Kopi Nako Puri Jakarta Barat: Cabang ke-81, Lokasi dan Menunya

“SalamAid banyak bergerak di pendidikan, tidak hanya saat terjadi bencana, tapi juga ada jejak yang ditinggalkan. Salah satunya memperbaiki sekolah rusak,” ucapnya.

Ira berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban sekaligus memberikan dukungan moral agar mereka tidak merasa sendirian menghadapi situasi sulit.

“Mudah-mudahan dengan solidaritas ini, membuktikan bahwa mereka tidak sendiri di sana, meski kami tidak mengenal tapi bisa saling support,” tuturnya.

SalamAid Siapkan Bantuan Pendidikan hingga Pendampingan Psikososial

Ketua Yayasan SalamAid, Husnan, menyebut kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Bogor dan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga.

Baca Juga: Inovasi Tak Biasa Jadi Andalan, Desa Gunung Putri Bogor Bidik Juara 1 Nasional 2026

Ia mengatakan kerja sama dalam kegiatan kebencanaan telah terjalin sejak penanganan gempa Lombok dan Palu, kemudian berlanjut pada bantuan untuk korban bencana di Aceh dan Cianjur.

“Bagi kami, ini sebuah kepercayaan yang berharga dari Pemkot dan warga. Kami mewakili aktivitas di NTT,” ujarnya.

Menurut Husnan, gerakan kemanusiaan seperti ini tidak hanya membantu masyarakat penerima donasi, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian antardaerah.

Direktur SalamAid, Luthfi Kurnia, menjelaskan bahwa berdasarkan data yang diterima pihaknya, masih banyak sekolah di NTT yang membutuhkan perhatian setelah bencana.

“Dari data yang kami terima ada 2.400 sekolah yang rusak parah, semua tingkatan, 104 lainnya ada di Kabupaten Manggarai,” ungkap Luthfi.

Baca Juga: Pencairan PPSE Rp5 Juta, Fakta PKH Cair Ganda dan Pemutakhiran Perlinsos

Ia mengatakan donasi yang diterima akan disalurkan melalui program-program pendidikan SalamAid. Bentuk dukungan yang disiapkan antara lain pembangunan sekolah darurat dan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak.

Pendampingan tersebut juga diharapkan membantu masyarakat, khususnya anak-anak, memahami kondisi wilayah tempat tinggal mereka serta meningkatkan kesiapsiagaan ketika menghadapi kemungkinan gempa susulan.

Dengan dukungan para guru dan masyarakat Kota Bogor, bantuan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pemulihan pendidikan sekaligus menguatkan semangat warga NTT untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor ntt gempa guru smp