
RADAR BOGOR - Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) model prasamanan butuh waktu lebih lama ketimbang menggunakan ompreng pada umumya.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor Haidir membenarkan informasi tersebut dan hal ini menjadi tantangannya ke depan.
“Ya salah satu yang menjadi tantangan, karena model prasmanan ini membutuhkan waktu yang relatif membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya,” jelas Haidir.
Meski begitu Badan Gizi Nasional (BGN) dalam hal ini tidak tinggal diam, pelaksanaan MBG model prasamanan akan turut dievaluasi.
Baca Juga: Pasca Kebakaran, 2 Ruang Kelas dan Gudang Buku SDN Tajur 06 Citeureup Bogor Diusulkan Direhab
“Ini mungkin bahan evaluasi, dari banyaknya dampak positif MBG prasmanan ini, kita harus siasati ke depan,” kata Haidir saat ditemui, Senin, 12 Oktober 2026.
BGN disebut Haidir akan memutar otak mencari formula terbaik dalam pelaksanaan MBG model prasmanan ini, tujuannya agar waktu distribusi tetap efisien.
"Kita sedang mencari pola, karena memang kan praktik ini baru, sekitar dua minggu ini kita laksanakan,” terang Haidir.
Ia tidak menginginkan MBG model prasmanan ini justru malah mengganggu waktu belajar siswa sebagai penerima manfaat.
“Ya tetap mencari pola bagaimana agar kemudian MBG bagus tapi jangan sampai mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah,” ucap Haidir.
Di Kota Bogor, MBG model prasmanan ini baru dilaksanakan di SDN Cibalagung 5, siswa yang ikut hanya menyasar pada kelas 5 dan 6 dengan total 110 orang. (bay)
Editor : Eka Rahmawati