Kisah Ahmad Samsudin, Puluhan Tahun Mengajar ABK hingga Dapat Hadiah Umrah

Abilly Muhamad • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:14 WIB
Ahmad Samsudin saat menghibur para siswa berkebutuhan khusus atau ABK di SLB Mekarsari 1 Cibinong Bogor. Foto: Billy/Radar Bogor.
Ahmad Samsudin saat menghibur para siswa berkebutuhan khusus atau ABK di SLB Mekarsari 1 Cibinong Bogor. Foto: Billy/Radar Bogor.

RADAR BOGOR – Tidak pernah terbayangkan oleh Ahmad Samsudin (57), pengabdiannya selama puluhan tahun mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Bogor akan membawanya mendapatkan penghargaan hingga kesempatan beribadah ke Tanah Suci.

Guru SLB Mekarsari 1 Cibinong Ahmad Samsudin itu dinobatkan sebagai tokoh inspiratif pendidikan inklusif. Penghargaan tersebut menjadi buah dari perjalanan panjangnya mendampingi dan mengembangkan keterampilan anak-anak istimewa ABK.

Menariknya, perjalanan Ahmad Samsudin di SLB Mekarsari 1 Cibinong tidak dimulai sebagai seorang guru.

Baca Juga: GOM Bogor Barat Mulai Dibangun, Punya Lapangan Mini Soccer Berstandar Internasional

Ketika pertama kali datang pada 2000, Ahmad bekerja sebagai operator sekolah. Saat itu, kondisi SLB Mekarsari 1 Cibinong belum berkembang seperti sekarang dan jumlah siswanya masih relatif sedikit.

“Saya ke sekolah ini tahun 2000, sekolah ini belum maju, siswa juga masih sedikit. Pertama dari awal bukan sebagai guru, tetapi sebagai operator,” ujar Ahmad, Jumat, 16 Oktober 2026.

Dari Operator Sekolah Beralih Mengajar ABK

Seiring berjalannya waktu, Ahmad mendapatkan kepercayaan baru dari pimpinan sekolah.

Selain menjalankan tugas sebagai operator, ia mulai diberikan amanah untuk mendampingi dan mengajar siswa berkebutuhan khusus.

Baca Juga: Tirta Pakuan Bogor Jadi Tempat Belajar PDAM Sidoarjo dan Jember, Bahas Strategi hingga KPI

Ahmad dipercaya memberikan pembelajaran keterampilan, terutama di bidang olahraga dan kesenian.

“Kebijakan pimpinan untuk memegang anak, di mana anak itu diberikan latihan-latihan keterampilan, baik itu olahraga, kesenian. Kebanyakan pelajaran yaitu olahraga dan seni,” jelasnya.

Mengajar ABK memberikan pengalaman berbeda bagi Ahmad. Metode pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Saat ini, SLB Mekarsari 1 Cibinong memiliki 185 siswa mulai jenjang SD hingga SMA dengan kebutuhan khusus yang beragam.

“Semua siswa itu kita latih. Baik tunanetra berarti seni musiknya, nyanyinya, alat musiknya. Kalau tunagrahita berarti tarian-tariannya, kalau anak tunarungu itu tarian tanpa musik, ditambah anak tunadaksa,” imbuhnya.

Ikut Observasi Calon Siswa

Pengabdian Ahmad tidak berhenti di ruang pembelajaran.

Baca Juga: Motor Honda Stylo 160 2027 Punya Ciri Khas Berbeda, Ini Keunggulannya

Ia juga dipercaya membantu proses penerimaan calon siswa berkebutuhan khusus. Ahmad ikut melakukan observasi untuk mengetahui kondisi, potensi, serta keterampilan anak sebelum mengikuti proses pendidikan.

Komunikasi dengan orang tua menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

“Kalau anak itu datang, orang tua kita berkomunikasi, kita observasi. Setelah kita mengetahui kekurangan ada di sini akan ditempatkan. Misal di tunagrahita, baru setelah kita masuk asesmen kita proses, setelah itu baru anak bisa dididik, dilatih,” ungkapnya.

Bagi Ahmad, mendampingi ABK bukan sekadar pekerjaan. Ada kebahagiaan tersendiri ketika dirinya dapat membantu anak-anak tersebut mengembangkan kemampuan dan menjadi lebih mandiri.

Keikhlasan menjadi prinsip yang terus dipegangnya selama menjalani profesi tersebut.

Pengabdian Berbuah Penghargaan

Baca Juga: Isuzu Panther Facelift Gen 2: Raja Mobil Diesel yang Tangguh

Perjalanan panjang Ahmad akhirnya mendapatkan apresiasi.

Pada 2024, ia dinobatkan sebagai tokoh inspiratif oleh pemerintah daerah. Penghargaan itu datang setelah kiprah Ahmad mendampingi siswa berkebutuhan khusus mendapat perhatian dalam sebuah kegiatan.

“Saya dikasih penghargaan sama Sekda, kebetulan lagi ada acara di mana anak-anak super itu bisa ditampilkan dan dilihat oleh beliau, saya diambil hari itu juga,” ujarnya.

Tidak hanya mendapatkan penghargaan, Ahmad juga memperoleh hadiah umrah.

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, terlebih dirinya telah menjalani perjalanan panjang sebagai guru honorer.

Baca Juga: Wuling Confero Bekas: MPV Fungsional, Fitur Lengkap Under Rp100 Juta

“Tahun 2024 dapat anugerah, terus bonus umrah dari Pak Sekda. Rasanya bahagia, mimpi yang tidak bisa kita bayangkan. Masa seorang guru honorer yang gajinya enggak seberapa. Tapi pengabdian dan ikhlas, rida, dan alhamdulillah bisa umrah,” pungkasnya.

Bagi Ahmad, penghargaan tersebut bukan menjadi akhir perjalanan. Puluhan tahun mendampingi ABK justru menjadi bagian dari pengabdian yang terus ia jalani untuk membantu anak-anak istimewa mengembangkan potensi mereka.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Ahmad Samsudin umrah abk