RADAR BOGOR - Bakal Calon Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade mengakui dirinya selama ini menempati peringkat pertama di sejumlah survei.
Namun, Jaro Ade melihat hal ini bukan sesuatu yang perlu dibanggakan begitu saja.
"Tentu ini sebuah penyemangat namun tetap kita harus rendah hati dan melihat ini sebagai tantangan agar dijaga terus," katanya di Siniar Radar Bogor beberapa waktu silam.
Menurut Jaro, mencapai peringkat pertama di survei mungkin bisa dilakukan dengan mudah. Namun untuk mempertahankan hal tersebut bukanlah sesuatu yang gampang.
"Ini merupakan tantangan di tahun politik seperti ini saat ada pileg, pilpres, dan Pilkada berdekatan," ujarnya.
Selain itu, mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini menjelaskan saat ini masih menjelang 2 bulan dari pendaftaran bacabup-bacawabup. Dinamika pun masih terus terjadi dengan munculnya banyaknya figur yang digadang-gadang ingin maju.
"Jadi saya lihat bahwa cukup dinamis. Yang paling perlu kita apresiasi adalah komunikasi yang baik dan kondusifnya ini, ini kan juga yang sangat mahal," ungkapnya.
Nantinya usai pendaftaran bacalon dirinya berencana mengandeng figur yang gagal mendaftar. Hal ini menurutnya diperlukan karena membangun Kabupaten Bogor diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak.
"Kita rangkul agar mengetahui apa harapan dia untuk membangun Kabupaten Bogor. Karena membangun kabupaten Bogor tentu harus bersama-sama," paparnya.
Lebih lanjut, Jaro Ade sendiri memaparkan gagasannya bila terpilih sebagai Bupati Bogor nanti yaitu berfokus pada kebutuhan masyarakat. Kebutuhan ini harus diberikan lewat inovasi kebijakan yang benar dan tepat sasaran.
"Misalnya kondisi kemacetan di Bogor Barat yang menjadi PR besar bagi kita. Kami ingin agar jalan-jalan provinsi maupun kabupaten diperlebar agar tidak ada saling menunggu untuk melewati persimpangan," ujarnya
Selain itu, Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini mengatakan tata kelola pemerintahan kabupaten harus dilakuan dengan profesional.
Profesionalitas yang ditunjukkan pemerintah akan membuat masyarakat sejahtera dan bahagia.
"Contohnya masyarakat desa yang mendapat bantuan 1 miliar dari pemerintah pusat ataupun kebijakan bupati sebelumnya, ini perlu ditambah agar masyarakat semakin bahagia," kata Jaro Ade. (rp1)
Editor : Alpin.