RADAR BOGOR - Masuknya Sendi Fardiansyah menjadi Anggota Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Bogor yang merupakan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) memberikan dampak yang cukup signifikan dalam meningkatkan elektabilitas sebagai calon Wali Kota Bogor.
Sebagaimana hasil Survei Pooldata Indonesia afiliasi warga Kota Bogor yang merasa dirinya NU cukup besar sekitar 52 Persen penduduk Kota Bogor merasa dirinya adalah warga Nahdliyin secara kultural.
Tokoh Muda NU Kota Bogor Rommy Prasetya mengatakan, Sendi Fardiansyah telah resmi menjadi Anggota GP Ansor yang menjadi bagian dari Keluarga Besar NU. Hal ini bukan saja sosok Sendi yang secara kultural adalah Warga Nahdliyin Kota Bogor yang sejak kecil belajar agama di Madrasah Al Khoeriyyah (Mualim Arsyad) di wilayah Bojong Neros Kota Bogor (4/7/2024).
“Benar, dukungan Warga Nahdliyin untuk Sendi dapat memberikan peluang besar memenangkan Pilkada Kota Bogor 2024, artinya Sendi dapat mengalahkan kompetitornya makin nyata,” katanya.
Menurut dia, dalam 4 bulan ke depan dengan semakin meningkatnya popularitas melalui blusukan dari tengah kota dan ke sudut sudut kota, maka elektabilitas Sendi akan naik tak terbendung.
Di tempat terpisah, Direktur Eksekutif Pooldata Indonesia Fajar Arif Budiman memaparkan temuan hasil Survey politik Pooldata Indonesia Konsultan pada Rabu (26/6/2024).
Berdasarkan hasil survei Pilkada Kota Bogor 2024 tersebut, adanya tren positif elektabilitas Sendi Fardiansyah.
Kendati demikian, hasil survei politik Pooldata Indonesia Konsultan menunjukkan tiga sosok yang dilirik publik.
Saat ini, hasil survey menunjukan Dedie Rachim masih dengan elektabilitas teratas.
“Tingkat keterkenalan, kesukaan, dan keterpilihan mengurucut pada sejumlah calon, yakni Dedie Rachim, Sendi Fardiansyah dan Raendi Rayendra,” katanya.
Survei terbaru di Kota Bogor pada 1 – 10 Juni 2024 yang dioperasikan lembaga anggota Persepi tersebut melibatkan 400 responden melalui wawancara tatap muka menggunakan metode multi stage random sampling dengan margin of error 4,9 persen.
“Tren Dedie Rachim cenderung menurun tergerus calon lain, sementara sendi tren naik secara konsisten dalam beberapa bulan terakhir."
“Sendi saat ini sudah naik ke posisi 21,9 persen Dedie turun ke angka 34,9 persen turun dari sebelumnya di atas 40 persen. Jika melihat data tersebut, Dedie tidak dalam posisi aman untuk menang karena dipepet Sendi dengan jarak sekitar 10 persen,” sambung Fajar.
Sementara itu, terkait kandidat lain, Fajar menilai masih kategori stagnan. Salah satunya, dr Raendy Rayendra dengan 8,2 persen.(ded)
Editor : Dede Supriadi