Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Rena Da Frina Cuti Demi Bertarung di Pilwalkot, LS Vinus Ungkap Tiga Faktor Menarik

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 25 Juli 2024 | 16:02 WIB
Rena Da Frina
Rena Da Frina

RADAR BOGOR - Suhu politik jelang pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor tahun 2024, makin menghangat.

Selain politisi, dari kalangan birokrat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Rena Da Frina sudah menyatakan diri akan maju dalam Pilwalkot yang akan diselenggarakan November mendatang tersebut.

Hal tersebut menjadi perhatian berbagai pihak. "Munculnya nama Rena yang siap maju dalam pemilihan walikota bogor saya melihatnya sangat menarik dan semakin menunjukan kedinamisannya," jelas Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus), Yusfitriadi kepada Radar Bogor, Kamis (25/7/2024).

Lebih lanjut ia mengatakan, minimal ada tiga faktor yang membuat menarik. "Pertama, perempuan," ucapnya.

Menurut dia, figur-figur yang selama ini muncul meramaikan dimanika politik Kota Bogor menjelang pilkada, tidak ada bakal calon yang terlalu menonjol dari kalangan perempuan.

Tentu saja, apabila Rena Da Frina berhasil sampai bisa berlabuh menjadi pasangan calon, masyarakat diberikan pilihan alternatif terlebih dari kalangan perempuan.

Kedua, Birokrat. Yusfitriadi mengatakan, hanya ada nama Denny Mulyadi dari kalangan birokrat yang selama ini disebut-sebut akan meramaikan bursa bakal calon Wakil Wali Kota Bogor.

Nama Denny Mulyadi itu pun sampai saat ini nampaknya semakin meredup.

"Tentu saja ketika Rena mampu mengambil simpati dari para elit partai politik akan menjadi tawaran menarik dari kalangan birokrat. Terlebih birokratnya berasal dari pemerintah Kota Bogor sendiri," paparnya.

Ketiga, krisis kader politik.

Ia menambahkan, sosok yang banyak muncul dalam meramaikan bursa bakal calon Wali Kota Bogor atau bakal calon Wakil Wali Kota Bogor lebih banyak didominasi oleh kalangan yang bukan berasal dari partai politik.

"Ketika mulai dipasang-pasangkan, terlihat sekali krisis kader politik yang akan didistribusikan dalan pilkada 2024 mendatang," kata dia.

Yusfitriadi mengungkapkan, ini peluang besar bagi Rena Da Frina untuk memanfaatkan kondisi krisis kader tersebut.

Namun, tentu saja dari berbagai hal yang menarik tersebut, proses yang harus dilalui oleh Rena juga tidak sederhana.

"Karena sama-sama kita tahu pendaftaran pasangan calon tinggal satu bulan lagi, sementara elektabilitas Rena belum muncul sama sekali di hampir semua lembaga survei," paparnya.

"Sehingga, modalitas elektoralnya saya melihatnya tidak akan cukup untuk menjadi pertimbangan DPP Partai politik dalam memberikan rekomendasi kepada dirinya, berpasangan dengan siapapun," sambungnya.

Terkecuali, mempunyai modalitas lain, seperti relasi yang kuat dengan elit partai, amunisi yang cukup.

"Jika kita melihat simulasi pasangan calon, termasuk dari hasil survei LS Vinus peluang Rena masih ada pada calon Wakil Wali Kota. Dedie A Rachim berpasangan dengan Rusli atau Jenal Mutaqin, Atang Trisnanto berpasangan dengan figur yang diusung oleh PKB atau Nasdem, Rayendra dan Sendi, jika posisi keduanya tetap ngotot ingin menjadi calon Wali Kota, maka disitulah peluang Rena Da Frina. Kecuali Rayendra dan Sendi siap berpasangan," pungkasnya.

Kepada Radar Bogor, Rena Da Frina mengakui akan maju di Pilwalkot Bogor dan hari ini Kamis (25/7) sudah mengajukan cuti ke Pj Wali Kota Bogor dan sudah minta tandatangan termasuk Sekretaris Daerah. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#kota bogor #pilwalkot #rena da frina