RADAR BOGOR - Kontestasi Pilbup Bogor saat ini masih dinamis. Masih ada waktu sebulan menjelang pendaftaran paslon pada 27 Agustus. Namun figur calon sudah mulai mengerucut.
Pengamat Politik Gotfridus Goris Seran mengatakan saat ini ada beberapa nama yang berpeluang besar. Diantaranya Rudy Susmanto yang sudah direkomendasi DPP Gerindra sebagai calon bupati, juga Agus Salim sudah terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi DPP PKS sebagai calon F1.
"Sedangkan figur seperti Jaro Ade dan Elly Yasin masih menunggu rekomendasi dari DPP masing-masing," katanya.
Dia sendiri melihat semenjak deklarasi Rudy Susmanto, ada kecenderungan partai-partai dan figur mulai merapat ke Gerindra. Menurutnya hal ini akan memberikan dampak signifikan terhadap dinamika politik dalam Pilbup Bogor.
Merapatnya partai-partai disebabkan daya pikat Gerindra sebagai pemenang Pileg 2024 di Kabupaten Bogor. Partai besutan Prabowo Subianto itu meraih 12 kursi, yang lebih dari cukup untuk mengusung sendiri figur sebagai calon bupati atau F1.
"Ini berbeda dengan Jaro Ade dan Elly Yasin berjuang ekstra keras karena masing-masing partai, baik Golkar maupun PPP, tidak cukup memenuhi syarat pencalonan 20% kursi atau 25% suara," ungkapnya.
Ia menjelaskan melihat peluang yang muncul saat ini, ada kemungkinan Plbup Bogor menampilkan head to head Jaro Ade melawan Rudy Susmanto.
Ini bisa saja terjadi walaupun keduanya merupakan anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM), dengan catatan walau bertarung solidaritas antar mitra tetap terjalin.
"Hanya faktor konsensus para ketua DPP dalam KIM yang menduetkan Rudy Susmanto-Jaro Ade," jelasnya.
Bila skema Rudy Susmanto melawan Jaro Ade terjadi, Dosen Universitas Djuanda ini melihat Rudy Susmanto berpeluang berpasangan Elly Yasin.
Sebab keduanya memiliki basis politik yang saling melengkapi dengan Rudy yang punya basis dukungan di wilayah tengah ke timur Bogor, lalu Elly miliki basis electoral yang kuat di wilayah tengah ke barat Bogor. "Kekuatan Elly dapat memecah basis Jaro Ade di wilayah tengah ke barat Bogor," bebernya.
Pasangan Rudy-Elly ini dipastikan dapat merepotkan Jaro Ade. Sehingga Politisi Golkar ini harus pandai meyakinkan partai-partai lain untuk bergabung ke koalisinya. Serta Jaro Ade harus bisa menutupi kelemahannya lewat pemilihan wakil yang tepat dan sesuai.
"Pertama tentu Jaro Ade harus dapat minimal untuk pemenuhan syarat pencalonan. Kedua terbangun konsensus untuk menominasikan siapa figur yang akan mendampingi Jaro Ade," tuturnya.
"Penentuan ini perlu dilihat dalam konteks penguatan basis dukungan electoral, jika Jaro Ade kuat di wilayah tengah ke barat Bogor, maka figur calon F2 setidaknya memiliki basis electoral di wilayah tengah ke timur Bogor," tambahnya.
Pada akhirnya siapa yang dipilih sebagai wakil Jaro Ade akan menjadi pembahasan yang menarik nantinya. Apakah wakil yang dipilih akan membuat Jaro Ade semakin kokoh dengan elektabilitas yang sudah tinggi atau justru menjadi bumerang bagi dirinya.
"Masih kita tunggu figur yang akan mendampingi Jaro Ade, peluang dari mitra koalisi bisa Tutur dari PAN, mungkin Dede Candra dari Demokrat, atau ada peluang baru untuk Akew dari PDIP," tutupnya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin