RADAR BOGOR - Partai Gerindra akhirnya menjatuhkan hati ke kader sendiri sebagai calon walikota Bogor. Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin dipilih sebagai figur yang diusung.
Jenal Mutaqin mengatakan setelah menerima tugas sebagai calon Wali Kota Bogor dari Partai Gerindra, ada sejumlah hal yang akan dilakukan. Hal yang pertama yaitu membangun komunikasi dengan seluruh unsur partai.
"Kedua melakukan komunikasi dengan partai lain, dan bakal calon lain yang hari ini sudah beredar saat ini," ungkap Jenal Mutaqin saat menerima surat tugas di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Bogor, pada Minggu (28/7/2024).
Komunikasi yang dibangun menurutnya, akan berjalan dinamis. Dirinya tidak mematok untuk menjadi calon wali kota ataupun wakil wali kota, namun terbuka dengan semua peluang yang ada.
"Kalau mampu menyaingi survei tertinggi, ya kenapa tidak, kita maju sebagai F1 (calon walikota). Jadi itu dinamis nantinya," katanya.
Ia percaya, pandangan DPP memilih dirinya melalui pertimbangan komprehensif. Jadi dirinya hanya akan berfokus pada tugas yang diberikan agar bisa memberikan masukan yang terbaik kepada DPP.
"Tentang dengan siapa, bersama partai apa, itu nanti laporan yang akan kita sampaikan. DPP tentu punya pertimbangan-pertimbangan saat mengambil keputusan," bebernya.
Ia menjelaskan, akan memanfaatkan dengan baik peluang ini. Sebab sejak dulu, Partai Gerindra Kota telah memiliki keinginan agar kadernya menjadi pemimpin sehingga dirinya harus mewujudkan hal tersebut.
"Kali ini DPP memberikan keputusan yang objektif dengan mengharapkan kadernya menjadi fondasi memperkuat program presiden terpilih. Jadi saya meminta seluruh kader bersatu untuk memenangkan Pilkada nanti," jelasnya.
Program makan bergizi dipastikan akan menjadi salah satu program yang akan diterapkan. Sebab ini merupakan program pusat dan sangat sesuai dengan kebutuhan Kota Bogor.
"Kota Bogor hari ini jumlah stunting 2006 kasus. Kita akan sangat terpukul ketika presiden terpilih tinggal di Bogor, sementara ada 2006 anak-anak kita kurang gizinya," ujarnya.
Dia mengaku bila terpilih nantinya akan melakukan langkah kongkret dalam upaya mengentaskan zero Stunting. Salah satunya dengan berkolaborasi secara baik dan tepat bersama pemerintah pusat.
"Kota Bogor, ke depannya untuk mencegah stunting maka sesuai program pemerintah pusat yaitu memberikan makanan-makanan bergiji yang terukur," ungkapnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga