Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pencalonan Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta Terancam Gagal, Ini Dia Penyebabnya!

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 5 Agustus 2024 | 08:19 WIB
Warga bergantian ingin berfoto bersama Anies Baswedan.
Warga bergantian ingin berfoto bersama Anies Baswedan.

RADAR BOGOR – Arah politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada pemilihan gubernur (pilgub) Jakarta kian terang.

Itu setelah Partai Golkar memutuskan mengusung Dedi Mulyadi sebagai cagub Jawa Barat (Jabar).

Padahal, sebelumnya, partai beringin itu disebut akan mengusung kembali petahana Ridwan Kamil (RK).

Dengan keputusan politik itu, kans Ridwan Kamil untuk running pilgub Jakarta kian besar.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, langkah politik Golkar yang membuka peluang Ridwan Kamil untuk maju di pilkada Jakarta bisa dilihat sebagai win-win solution yang disepakati partai-partai KIM.

RK digadang-gadang bisa menandingi figur Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang disebut akan maju juga sebagai cagub Jakarta.

Menurut Ujang, gagasan menggalang kekuatan politik besar lewat KIM Plus sangat mungkin untuk menguatkan dukungan terhadap calon yang didukung KIM.

Sejauh ini, Ridwan Kamil paling menonjol ketimbang figur-figur lain yang digaungkan KIM.

’’Walau Ridwan Kamil elektabilitasnya di bawah Anies dan Ahok, tapi karena didukung kubu pemerintah, apalagi ada gagasan KIM Plus, (Ridwan Kamil) tetap punya peluang menang yang besar,’’ kata Ujang.

Sejauh ini, PKB lewat Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid sudah memberi sinyal akan bergabung dengan KIM Plus.

Ujang menyebut, sangat mungkin Nasdem dan PKS juga masuk barisan KIM Plus.

Sebagai anggota Koalisi Perubahan yang sama-sama mengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024, Nasdem dan PKS bisa saja mengikuti jejak PKB yang sudah memberi sinyal bergabung KIM Plus untuk pilkada Jakarta.

Wacana KIM Plus itu dinilai mengancam eksistensi Anies yang telah didukung sebagai cagub Jakarta oleh Nasdem, PKS, dan PKB.

’’Jika PKS bisa ditarik masuk koalisi KIM Plus, maka Anies bisa saja tidak jadi berlayar (di pilgub Jakarta, Red),’’ ujarnya.

Apalagi, Nasdem melalui Ahmad Sahroni sudah mengatakan bahwa partainya belum tentu mendukung Anies.

Secara umum, kata Ujang, gagasan KIM Plus bisa dibaca sebagai upaya kubu pemerintah untuk menguasai wilayah-wilayah strategis.

Yakni, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

Upaya itu untuk menjaga hubungan pemerintah pusat yang kelak dinakhodai Prabowo Subianto dengan daerah-daerah strategis.

PKB telah memberikan surat tugas kepada Ketua Dewan Syura DPW PKB Jawa Barat Acep Adang Ruhiat sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Jabar.

Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menilai Acep bisa dipasangkan dengan cagub mana pun, termasuk Dedi Mulyadi.

’’Sedang melakukan komunikasi, baik kepada partai politik maupun calon-calon yang dianggap muncul,’’ kata Jazilul di kompleks DPR, Jumat (2/8) lalu.

Gus Jazil –sapaan akrab Jazilul Fawaid– menilai Acep yang merupakan ketua Yayasan Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya punya kekuatan besar karena mewakili para ulama. (tyo/c18/oni)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #ridwan kamil #anies baswedan #pilgub