RADAR BOGOR - Selain ke DPC PPP, Bacabup Bogor dari Partai Gerindra Rudy Susmanto melakukan silaturahmi ke kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor, pada Senin (5/8).
Bacabup Bogor Rudy Susmanto menjelaskan, meski suhu politik di Bogor masih mencair dan dinamis, tidak menutup kemungkinan Partai Golkar bisa bersinergi dengan Gerindra, untuk mengusung Rudy Susmanto di Pilkada nanti.
"Tujuan Partai Gerindra dan Partai Golkar tujuannya sama, membangun bangsa," kata bacabup Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan.
Namun, dirinya menghormati keputusan DPD Golkar Kabupaten Bogor yang mendukung Ade Ruhandi alias Jaro Ade, sebagai Calon Bupati Bogor, meski belum mendapatkan surat tugas dari DPP Golkar.
"Kami sangat berharap semua kekuatan politik di Kabupaten Bogor dapat memiliki tujuan yang sama dalam membangun Kabupaten Bogor," ucapnya.
Namun, dirinya menegaskan silaturahmi ke Partai Golkar itu merupakan tanda masih dinamisnya kontestasi Pilkada Kabupaten Bogor.
"Koalisi Indonesia Maju (KIM) belum berpisah jalan, kami masih solid bersama-sama, buktinya Gerindra hari ini melakukan kunjungan balasan ke DPD partai Golkar Kabupaten Bogor," tegasnya.
Sementara Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi melihat, dirinya tidak mau memaksakan Jaro Ade jika Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto masih belum memberikan restu.
"Hari ini yang perlu saya jawab cuma satu, kami punya aturan dan mekanisme seperti yang disampaikan oleh ketua tadi, kami memiliki orang tua, bapak Airlangga sebagai ketum Golkar," kata pria yang disapa Wanhai.
Selain itu ia mengungkapkan untuk deadline waktu masih panjang dan nanti akan diumumkan ketika sudah waktunya.
"Masih dinamis, masih ada 22 hari lagi, dan kami tekankan bahwa hari ini KIM masih solid di kabupaten, regulasi semua ada di orang tua kami," tambahnya.
Ketika ditanyai ketidakhadiran Jaro Ade (bacabup Golkar) dan Sekretaris DPD Golkar, Wawan mengaku ada kepentingan lain untuk sekretaris.
"Ini kan DPD Golkar, dan pak JA wakil ketua DPD Provinsi, kalau sekretaris (Aan Triana Al muharom) itu izin," tutupnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga