Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak dapat Tambahan Kursi, PKS Berpeluang Pindah ke Kubu Ridwan Kamil, Pilgub Jakarta Berpotensi Calon Tunggal, Bagaimana Nasib Anies Baswedan?

Lucky Lukman Nul Hakim • Jumat, 9 Agustus 2024 | 06:12 WIB
Anies Baswedan saat di stasiun akan naik MRT.
Anies Baswedan saat di stasiun akan naik MRT.

RADAR BOGOR – Potensi calon tunggal di pemilihan gubernur (pilgub) Jakarta kian membayangi.

Isu itu menguat setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka peluang bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM).

PKS yang telah mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sohibul Iman hingga kini belum bisa memenuhi syarat ambang batas pencalonan di pilgub Jakarta.

Memang, sempat diumumkan bahwa Anies Baswedan akan mendapatkan dukungan dari Partai Nasdem.

Tapi, belum ada SK alias surat keputusan resmi dukungan tersebut.

Juru Bicara PKS M. Kholid menyatakan, sampai saat ini, Anies Baswedan belum bisa memenuhi kekurangan empat kursi untuk melengkapi kekuatan PKS di Jakarta.

Kholid menyebut, terhitung sejak 25 Juni, Anies Baswedan diberi waktu selama 40 hari untuk memenuhi kebutuhan kursi tersebut.

Nah, tenggat itu sudah lewat pada 4 Agustus lalu.

’’Kami sangat berharap Mas Anies Baswedan sebagai kandidat bisa memenuhi kekurangan empat kursi tersebut,’’ ujar Kholid.

Karena kondisi itulah, kata Kholid, PKS memutuskan untuk mulai membuka komunikasi dengan partai lain.

Tidak terkecuali dengan partai-partai anggota KIM.

Saat ini KIM sudah menyatakan akan mengusung mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai cagub di Jakarta.

’’Opsi ini (berkomunikasi dengan KIM) sedang dikaji dan dibahas DPP PKS,’’ ujar Kholid.

Pertimbangan PKS itu disambut Partai Golkar selaku anggota KIM.

Ahmad Doli Kurnia selaku Wakil Ketua Umum Partai Golkar mengungkapkan, sangat membuka komunikasi dengan semua partai, diantaranya PKS.

Baginya, komunikasi itu wajar sebagai upaya mencari dukungan untuk memenangkan RK sebagai calon.

Doli juga menepis anggapan jika itu disebut operasi menjegal Anies Baswedan demi calon tunggal di Jakarta.

’’Jadi, tidak ada niat sedikit pun kami ada pretensi mau buat kotak kosong, apalagi menjegal lawan-lawan tertentu,’’ ujarnya di DPP Golkar.

Doli menekankan, pihaknya hanya fokus pada kepentingan internal.

Adapun komunikasi kepada partai lain untuk memenangkan RK sebatas tawaran, bukan paksaan.

Doli meyakini deklarasi untuk RK dan wakilnya digelar dalam waktu dekat.

Rencananya, dalam deklarasi nanti RK diperkenalkan bersama pasangannya oleh para petinggi partai.

Karena Golkar sudah mendapat jatah cagub, wakilnya diserahkan ke koalisi.

Di sisi lain, Anies Baswedan masih optimistis terkait kans tetap bersama PKS.

Dia menyebut sampai saat ini partai-partai yang telah mendukungnya masih pada komitmen yang sama.

’’Saya percaya dan sampai sekarang kan juga masih sama bahwa semua akan bekerja bersama-sama memenangi pilkada Jakarta,’’ ujarnya.

Anies Baswedan juga menyebut bahwa dukungan untuk dirinya merupakan cerminan aspirasi warga Jakarta.

’’Kami percaya aspirasi rakyat Jakarta akan terus dijaga karena semua partai mendapatkan kursi itu aspirasi dari rakyat,’’ terangnya. (far/tyo/lum/c19/bay)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#koalisi indonesia maju #kim #ridwan kamil #jakarta #anies baswedan #pks