Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kans Anies Baswedan Maju di Pilgub Jakarta Menipis, PKS Segera Putuskan Cagub Baru

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 01:23 WIB
Warga bergantian ingin berfoto bersama Anies Baswedan.
Warga bergantian ingin berfoto bersama Anies Baswedan.

RADAR BOGOR – PKS (Partai Keadilan Sejahtera) secepatnya mengumumkan sikap politik terbarunya di pilgub (pemilihan gubernur) Jakarta.

Hal itu menyusul sulitnya upaya mereka mengusung duet calon gubernur-calon wakil gubernur Anies Baswedan - Shohibul Iman (Aman).

Wakil Sekjen DPP PKS, Zainudin Paru mengatakan, keputusan baru partainya akan disampaikan dalam waktu dekat.

’’Kemungkinan dalam waktu satu dua hari ke depan sudah ada kepastian calon gubernur Jakarta yang akan diusung oleh PKS,’’ ujarnya dalam keterangan, Jumat 9 Agustus 2024.

Dia mengakui, kans mengusung Aman berat untuk diwujudkan.

Sebab, hingga tenggat waktu 4 Agustus, Anies Baswedan belum berhasil menggenapkan 4 kursi tambahan agar terpenuhi 22 kursi syarat dukungan pilgub Jakarta.

Tanpa kursi yang cukup, PKS tidak bisa mengusung Aman.

Kepada Anies Baswedan, Zainudin menyampaikan terima kasih atas kebersamaan selama ini.

Dia berharap Anies Baswedan mendapat jalan keluar yang baik.

’’Untuk Pak Anies Baswedan dan PKS, kita saling mendoakan yang terbaik,’’ tuturnya.

Di sisi lain, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) resmi menerima mandat sebagai cagub di Jakarta.

Mandat itu dia terima saat bertemu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kediaman Widya Chandra, Jakarta, pada Kamis (8/8) malam.

Untuk saat ini, yang belum selesai adalah penentuan nama cawagub pendamping dirinya.

’’Calon wakilnya masih didiskusikan, partai-partai dari koalisi (Koalisi Indonesia Maju, Red) mengajukan nama-nama, masih sedang dibahas. Saya kalau ditanya siapa Kang? Saya tidak tahu,’’ ujarnya.

Belajar dari pengalaman, Ridwan Kamil mengaku tidak ada persoalan perihal wakil.

Ditanya soal potensi melawan kotak kosong, RK menegaskan opsi apa pun selama sesuai aturan konstitusi tidak masalah.

Namun, secara pribadi, Ridwan Kamil berharap memiliki lawan di pilgub Jakarta.

’’Tapi kan, bukan saya yang ngatur. Saya sebagai pengantin itu harapannya ada kontestan biar bisa berdebat,’’ jelasnya.

Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, dampak KIM Plus membuka kemungkinan Anies gagal berlayar menjadi cagub Jakarta.

Jika lawan Ridwan Kamil adalah kotak kosong, pilgub Jakarta menjadi tidak menarik. Sebab, kompetisi akan berlangsung kurang sehat.

’’Kompetisi yang sehat itu ada kompetitornya, ada kandidat lain, warga Jakarta mesti dikasih pilihan kandidat,’’ kata Ujang.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow menyoroti mewabahnya calon tunggal pilkada, termasuk di Jakarta.

Dia menilai, fenomena calon tunggal adalah kecelakaan sejarah.

Sebab, dibolehkannya calon tunggal justru disalahgunakan elite politik untuk mengatur siasat agar calon kepala daerah bisa ditentukan dengan mudah.

’’Karena itu, mereka cenderung mengambil jalan pintas dengan menghalangi calon yang memiliki elektabilitas tinggi,’’ ujarnya. (far/tyo/elo/c17/bay)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#kotak kosong #ridwan kamil #gubernur #jakarta #anies baswedan #pks #pilgub