RADAR BOGOR, Pilkada 2024 semakin dekat, beberapa pengamat politik melihat adanya percobaan melawan kotak kosong untuk memenangkan pertarungan jabatan Bupati dan Wakil Bupati periode mendatang.
"Sejak di awali Pilkada kota kosong sudah ada, itu tiga kabupaten kota di Provinsi, kemudian 2017 itu ada 9 kotak kosong, 2018 itu ada 16 kotak kosong dan 2020 ada 25 calon yang berpasangan dengan kotak kosong," ungkap Founder Visi Nusantara, Yusfitriadi kepada wartawan Jumat (9/8/2024).
Artinya bukan hanya sekarang penomena kotak kosong, cuma terlihatnya adalah kultural, karena memang tidak ada mencalonkan.
Namun, Pilkada serentak 2024 diprediksi bakal banyak kekuatan oligarki penguasa tingkat pusat yang mengintervensi langsung upaya melawan kotak kosong di Pilkada.
Rekayasa penguasa itu dilakukan karena masih ada atmosfir-atmosfir pasca Pileg dan Pilpres yang beberapa bulan lalu dilakukan.
"Jadi ini dampak dari pemilu dilaksanakan pada tahun yang sama, jadi atmosfir pemilu kemarin akan terbawa ke dinasti, maka indikasi-indikasi itu sudah keliatan," kata Yus.
Senada dikatakan Pengamat dari Lima Indonesia, Ray Rangkuti menjelaskan bahwa pimpinan pusat yang memberikan mandat langsung ke kadernya di daerah.
Ini membuka peluang seluas-luasnya untuk otak-atik Pilkada di daerah tanpa melihat potensi-potensi dan kultural yang ada.
"Ini kan maen otak-atik posisi, supaya kursi kosong Gubernur, Bupati/walikota itu ditempati partai politik. Kalau SK-nya diatur di kabupaten, itu variatif," kata Rangkuti.(abi)
Editor : Alpin.